
Wali Kota Padang Panjang dan BP2MI MOU untuk Melindungi PMI
JAKARTA,AKUUPDATE.ID - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menjalin kerja sama yang solid melalui penandatanganan Nota Kesepakatan dengan Pemerintah Daerah Kota Padang Panjang pada Jumat (11/6) di Aula K.H. Abdurrahman Wahid BP2MI, Jakarta. Nota Kesepakatan tersebut merupakan komitmen Pemerintah Kota Padang Panjang dalam pelatihan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menyampaikan, momen ini adalah upaya untuk memberikan pelayanan istimewa dan sebagai bukti hadirnya negara untuk seluruh masyarakat. “Ini merupakan salah satu mandat UU No. 18 Tahun 2017, khususnya pada Pasal 40, 41, dan 42 yang memerintahkan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga Desa untuk bertanggung jawab kepada PMI dan Calon PMI di daerah masing-masing. Tidak main-main, sebesar Rp 159,6 trilyun telah disumbangkan oleh para PMI yang menjadi sumbangan devisa terbesar kedua setelah migas,” ujar Benny.
Secercah harapan timbul dari kerja sama yang baik dengan BNI. Selain rumusan program bantuan langsung, tercetus juga skema flexi dan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Solusi-solusi tersebut adalah upaya untuk melindungi PMI dan calon PMI dari rentenir, praktik ijon, hingga menjual seluruh harta kepemilikan mereka.
Selain usaha untuk melakukan pelindungan kepada para PMI dan keluarganya, BP2MI juga bertanggung jawab terhadap pemberdayaan mereka. “Kami memiliki tanggung jawab yang begitu banyak dan berat, namun hanya disokong oleh anggaran sebesar Rp 320 milyar. Saya sudah menyampaikan ini kepada Komisi IX DPR RI dan saya bersyukur atas dukungan penuh yang diberikan,” pungkas Benny.
Baca Juga : Cegah Penempatan Nonprosedural, UPT BP2MI Mataram Berikan Sosialisasi kepada Calon PMI
Pernyataan tersebut diamini oleh anggota Komisi IX DPR RI Suir Syam, yang mendukung permintaan kenaikan anggaran tersebut. “Saya sangat mendukung peran dari BP2MI. Komisi IX DPR RI berkomitmen untuk menaikkan anggaran BP2MI agar sesuai dengan tanggung jawab yang harus diemban,” ujar Suir.
Suir mengutarakan rasa bangganya atas kinerja yang dilakukan oleh BP2MI dalam proses pelindungan PMI sebelum, selama, dan sesudah penempatan.
Walikota Padang Panjang, Fadly Amran, menyatakan, Kota Padang Panjang memiliki banyak prestasi di bidang pendidikan, dan tidak sedikit siswa dan tenaga pendidik yang berada di Padang Panjang. Hal ini tentunya menjadi potensi yang besar bagi peluang kerja, khususnya ke luar negeri.
“Walaupun Padang Panjang merupakan kota kecil, namun PMI yang berasal dari Padang Panjang memiliki sumbangsih terhadap devisa negara. Kami siap mengawal PMI dari berangkat hingga pulang,” ujar Fadly. (*)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.

