PSG Cetak Sejarah Jadi Klub Perancis Pertama Juara Liga Champions Beruturut-turut
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Laga berlangsung ketat sejak menit awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu dan tampil disiplin sepanjang babak pertama. Namun PSG mampu bangkit pada paruh kedua pertandingan melalui gol penyeimbang sebelum pertandingan berlanjut hingga babak tambahan dan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.
Keberhasilan ini menjadikan PSG meraih gelar Liga Champions kedua secara beruntun di bawah arahan pelatih Luis Enrique. Klub asal Prancis itu juga mencatatkan sejarah sebagai salah satu tim yang mampu mempertahankan mahkota tertinggi sepak bola Eropa dalam era modern.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Luis Enrique memuji perjuangan anak asuhnya dan menegaskan bahwa PSG layak keluar sebagai pemenang.
"Kami pantas menang setelah perjalanan yang kami lalui sepanjang musim ini," ujar Enrique. Ia juga memberikan apresiasi kepada Arsenal yang dinilainya tampil sangat solid, terutama dalam aspek pertahanan.
Di kubu Arsenal, pelatih Mikel Arteta mengaku kecewa dengan hasil akhir, namun meminta timnya menjadikan kegagalan tersebut sebagai motivasi untuk bangkit.
"Kami harus mengubah rasa sakit ini menjadi bahan bakar," kata Arteta dalam konferensi pers pascalaga.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, juga mengungkapkan kesedihannya setelah gagal membawa The Gunners meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
"Ini sangat menyakitkan, tetapi kami percaya dengan perjalanan dan perkembangan tim ini," ujar Rice.
Final musim ini mempertemukan dua tim yang sama-sama tampil impresif sepanjang kompetisi. PSG datang dengan status juara bertahan, sementara Arsenal mengincar gelar Liga Champions perdana mereka setelah terakhir mencapai final pada 2006.
Kemenangan tersebut semakin menegaskan dominasi PSG di sepak bola Eropa sekaligus memperkokoh reputasi Luis Enrique sebagai salah satu pelatih tersukses di kompetisi antarklub paling bergengsi di benua biru.
Pilihan Redaksi
ImigrasiSkandal Paspor Sukabumi: Usia Dipangkas, Imigrasi Pilih Bungkam!
Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Sukabumi memilih bungkam dan enggan memberikan pernyataan tertulis resmi setelah mencuatnya temuan manipulasi dokumen paspor ata
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.


















