Wamen Christina Aryani Dorong Pekerja Migran Kuliah Sarjana
VOICEINDONESIA.CO, Depok – Seremonial pelepasan yang dirangkaikan dengan pembukaan Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP) bagi 100 calon PMI tersebut digelar di Depok, Jawa Barat, Senin (8/6/2026).
“Keberangkatan ratusan pekerja migran hari ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus dijaga dengan kinerja, disiplin, dan kepatuhan aturan di negara penempatan,” kata Wamen Christina Aryani.
Rombongan terbang kali ini didominasi oleh pahlawan devisa sektor bahari, yakni sebanyak 100 pekerja sektor perikanan (fishing), disusul 30 pekerja sektor manufaktur, dan 3 pekerja sektor jasa (service).
Para pekerja terampil tersebut berhasil lolos seleksi ketat dan berasal dari 11 provinsi berbeda di Indonesia, sementara 100 calon pekerja yang baru memasuki masa pembekalan OPP berasal dari 8 provinsi.
Otoritas perlindungan mencatat, hingga awal Juni 2026 ini, akumulasi pengiriman logistik tenaga kerja skema G to G ke Negeri Ginseng tersebut telah menyentuh angka 2.444 orang.
Kuota penempatan didominasi oleh sektor manufaktur sebanyak 1.313 orang, sektor perikanan 1.113 orang, serta ceruk pasar sektor jasa yang baru menyerap 18 orang PMI.
Pemerintah optimistis rapor penempatan sepanjang tahun 2026 ini mampu melampaui rekor capaian tahun sebelumnya.
Kendati demikian, Kementerian P2MI memberikan catatan kritis terkait tingginya angka pemutusan kontrak sepihak, di mana sejak tahun 2021 hingga April 2026 tercatat ada 3.818 PMI G to G Korsel yang nekat mengundurkan diri dari majikan sebelum masa kontrak kerja habis.
“Di tengah kebijakan Korea Selatan yang cenderung mengurangi kebutuhan tenaga kerja asing, tunjukkan kalian profesional dan dapat dipercaya, agar peluang kerja bagi pekerja migran migran Indonesia ke depan tetap terjaga,” tegas politisi Partai Golkar itu mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan pasar global.
Sebagai langkah penguatan kapasitas, Christina menantang para pekerja untuk tidak sekadar menjadi buruh kasar, melainkan memanfaatkan waktu senggang di luar jam kerja untuk kuliah jarak jauh hingga meraih gelar sarjana.
Selain itu, ia memberikan peringatan keras agar para pekerja tertib mengelola remitansi keuangan, dilarang kabur menjadi pekerja ilegal, menghindari candu judi online, serta membentengi diri dari sindikat penipuan siber.
“Kesempatan bekerja di luar negeri harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan pendidikan. Bekal inilah yang nantinya akan menjadi modal ketika kembali ke Indonesia,” ungkap Christina.
Menutup arahannya, Wamen P2MI menjamin bahwa negara akan terus memasang tameng pelindungan hukum dan logistik secara penuh melalui perwakilan kedutaan di Seoul selama para pekerja bermigrasi secara prosedural.
Keselamatan dan hak-hak normatif pekerja akan dikawal ketat asalkan dibarengi dengan kepatuhan hukum yang tinggi di negeri orang.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan jagalah nama baik bangsa serta negara Indonesia,” pungkas Christina Aryani memotivasi para PMI. (af)
Pilihan Redaksi
NasionalSesumbar Said Iqbal Setelah Masuk Lingkaran Istana
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Pascapelantikan, Said Iqbal menegaskan komitmennya untuk membantu
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Sudah 1 apresiasi · Like gratis, tips opsional.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

















