VOICEINDONESIA.CO, Moskow – Militer Iran menilai AS telah melanggar nota kesepahaman perdamaian karena gagal menjalankan klausul pertama kesepakatan yang mencakup gencatan senjata di seluruh front termasuk Lebanon.
"Mengingat pelanggaran terang-terangan atas janji AS dan kegagalan mengimplementasikan klausul pertama nota kesepahaman, penutupan Selat Hormuz dengan ini diumumkan," kata Markas Besar Khatam Al-Anbiya, dikutip stasiun TV nasional Iran IRIB.
Di sisi lain Presiden AS Donald Trump mengklaim pelayaran kapal melalui Selat Hormuz akan tetap bebas selama masa gencatan senjata 60 hari dan setelah periode tersebut berakhir. Trump tidak menutup kemungkinan AS dapat mengenakan biaya penggunaan jalur laut tersebut pada masa mendatang.
"Tidak akan ada biaya di Selat Hormuz selama 60 hari masa gencatan senjata, dan tidak akan ada biaya setelah periode 60 hari tersebut berakhir," tulis Trump di platform Truth Social.
Trump menambahkan apabila kesepakatan damai dengan Iran pada akhirnya gagal tercapai, Amerika Serikat dapat memberlakukan biaya pelayaran sebagai imbalan atas layanan yang diberikan serta menutupi biaya yang telah dikeluarkan.



























