VOICE Indonesia
Politik

DPR Cecar Pemerintah Soal Anggaran Pembangunan SPPG Senilai Rp1,97 Triliun

Abdulloh Hilmi - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
DPR Cecar Pemerintah Soal Anggaran Pembangunan SPPG Senilai Rp1,97 Triliun
DPR Cecar Pemerintah Soal Anggaran Pembangunan SPPG Senilai Rp1,97 Triliun
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi menyoroti rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh pemerintah yang dialokasikan sebesar Rp1,97 triliun pada tahun 2026. Sorotan tersebut disampaikan Mori dalam rapat kerja dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang berlangsung di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (17/11/2025). Dalam pemaparannya, Mori mengungkapkan bahwa anggaran hampir Rp2 triliun itu diperuntukkan bagi pembangunan 222 lokasi SPPG di berbagai daerah. Ia mencatat, jika dibagi rata, maka satu unit SPPG menelan biaya sekitar Rp8,5 miliar, angka yang dinilai jauh lebih tinggi dibandingkan biaya pembangunan dapur umum yang selama ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. “Kalau saya hitung, satu tempatnya sekitar Rp8,5 miliar. Padahal di lapangan, rata-rata orang bangun hanya Rp2 miliar. Ini Rp8,5, Pak. Mekanisme dan polanya seperti apa?” ujar Mori. Politisi Partai Nasdem tersebut juga mempertanyakan urgensi pembangunan dapur skala besar tersebut, mengingat selama ini dapur komunitas atau dapur mandiri sudah dapat berjalan dengan partisipasi masyarakat. “Bukankah kalau dapur-dapur itu dibikin secara mandiri oleh orang-orang yang memang mau berpartisipasi? Kalau ini nanti jadi, dapurnya buat siapa?” tambahnya. Selain besaran anggaran, Mori turut meminta penjelasan mengenai lokasi pembangunan 222 SPPG tersebut, terlebih karena sebagian disebut akan dibangun di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terpencil). Menurutnya, wilayah-wilayah 3T justru memiliki jumlah penerima layanan yang lebih sedikit, sehingga perlu kajian lebih matang. “Di 3T lebih parah lagi. Ngelayannya cuma 120 orang. Kan daerah terpencil. Saya mohon penjelasan khusus terkait ini, karena ini barang baru,” ucapnya. Mori menegaskan bahwa transparansi mengenai mekanisme, pola pembangunan, serta detail kebutuhan setiap lokasi menjadi penting mengingat besarnya nilai anggaran yang disiapkan negara. “Ini perlu diperjelas karena anggaran yang dialokasikan ini tidak sedikit,” tutupnya.

Ringkasan AI

**Ringkasan Berita:** Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi mempertanyakan alokasi anggaran Rp1,97 triliun untuk pembangunan 222 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada tahun 2026, karena biaya per unitnya mencapai Rp8,5 miliar, jauh lebih tinggi dari biaya pembangunan dapur umum yang umumnya hanya Rp2 miliar. Ia juga meragukan urgensi pembangunan dapur skala besar tersebut mengingat dapur komunitas mandiri sudah berjalan efektif dengan partisipasi masyarakat. Selain itu, Mori meminta penjelasan detail terkait lokasi pembangunan di wilayah 3T yang memiliki jumlah penerima layanan lebih sedikit, serta transparansi mengenai mekanisme dan pola pembangunannya.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di JepangPekerja Migran Indonesia

Jalin Kerja Sama, Kemnaker Janjikan Pelindungan Peserta Pemagangan di Jepang

Afifah· 28 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.