
Harga Produk Apple Terancam Naik, Ini Penyebabnya

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kenaikan tajam harga komponen memori yang melanda industri teknologi global berpotensi membuat harga produk-produk Apple ikut naik dalam waktu dekat. Kondisi tersebut bahkan disebut sebagai situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh CEO Apple, Tim Cook.
Dalam wawancara dengan Wall Street Journal yang dikutip Engadget, Rabu (17/6) waktu setempat, Cook mengakui bahwa tekanan biaya yang terus meningkat membuat perusahaan semakin sulit menahan kenaikan harga kepada konsumen.
"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari. Kami berusaha semaksimal mungkin mengurangi dampak kenaikan biaya yang dibebankan kepada kami dan selama ini berupaya melindungi pelanggan dari kenaikan harga, tetapi situasinya sudah tidak lagi berkelanjutan," kata Cook.
Meski belum merinci besaran maupun waktu penerapan kenaikan harga, pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa seri iPhone 18 yang diperkirakan meluncur tahun ini akan dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Tidak hanya iPhone, tekanan biaya juga berpotensi berdampak pada berbagai produk Apple lainnya, termasuk lini komputer Mac dan tablet iPad yang tengah disiapkan perusahaan.
Menurut Cook, industri teknologi saat ini menghadapi kombinasi antara terbatasnya pasokan memori dan meningkatnya permintaan perangkat elektronik. Di saat yang sama, ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di berbagai negara turut menyerap pasokan komponen memori dalam jumlah besar.
"Pasokan semakin terbatas ketika konsumen tetap menginginkan perangkat baru, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar. Kami membutuhkan harga dan pasokan memori kembali ke tingkat yang wajar untuk produk konsumen. Itu inti persoalannya," ujarnya.
Cook menilai kondisi tersebut merupakan tantangan yang sangat tidak biasa bagi industri teknologi. Bahkan, selama lebih dari empat dekade berkarier di sektor tersebut, ia mengaku belum pernah menyaksikan situasi serupa.
"Saya belum pernah melihat situasi seperti ini di sektor mana pun selama lebih dari 40 tahun," katanya.
Apple bukan satu-satunya perusahaan yang menghadapi tekanan akibat lonjakan harga memori. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Samsung, HP, Microsoft, Nintendo, dan Valve juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kenaikan biaya komponen yang dipicu tingginya permintaan pasar, terutama untuk mendukung pengembangan teknologi AI.
Fenomena ini menandakan bahwa tekanan harga di industri semikonduktor tidak hanya berdampak pada produsen perangkat, tetapi juga berpotensi dirasakan langsung oleh konsumen melalui kenaikan harga berbagai produk elektronik dalam beberapa waktu ke depan.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga




Pemerintah Petakan 24 Ribu Hektare Lahan untuk Dukung Ambisi PLTS 100 GW
31 Mei 2026 pukul 06.00
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
