VOICEINDONESIA.CO, Teheran – Ketegangan di Selat Hormuz kian memanas setelah sebuah kapal kargo dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman. Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) belum mengungkap identitas kapal maupun tingkat kerusakannya, namun memastikan pihak berwenang tengah menyelidiki insiden tersebut.
UKMTO mencatat insiden itu terjadi sekitar 20 mil laut atau 37 kilometer di timur laut Al Khasab, Oman, di tengah situasi kawasan yang masih diliputi saling tuding antara Iran dan Amerika Serikat soal negosiasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah negaranya tengah bernegosiasi dengan AS. Ia menegaskan pembicaraan yang sedang berlangsung hanya dengan Oman, semata untuk mengamankan jalur sementara melintasi Selat Hormuz.
"Saat ini kami tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Negosiasi kami adalah dengan Oman untuk mengamankan jalur melalui Selat Hormuz," kata Baghaei dalam konferensi pers mingguan, dilansir Selasa (4/8/2026).
Baghaei menambahkan kesepakatan dengan Oman saja tidak akan cukup untuk membuka kembali selat tersebut, sebab situasinya diyakini akan tetap tegang selama "agresi" AS terus berlanjut di kawasan.
Bantahan Iran ini justru memicu kemarahan Presiden AS Donald Trump, yang menuding kepemimpinan Teheran munafik karena di satu sisi meminta pertemuan namun di sisi lain menyangkalnya secara terbuka.
"Kepemimpinan Iran sungguh munafik! Mereka meminta pertemuan, sebagian orang mengatakan 'memohon' pembicaraan dimulai," tulis Trump di Truth Social.
Trump turut menegaskan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendali Angkatan Laut AS, jauh berbeda dari klaim Iran yang menyebut akan mengoperasikan selat tersebut secara mandiri.
Di akhir unggahannya, Trump memberi Iran dua pilihan tegas: mencapai kesepakatan atau menyerah total, sembari memastikan Teheran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir.
"Tidak ada yang bisa sampai ke Iran, kecuali jika kita menginginkannya, dan tidak akan ada yang bisa sampai, kecuali jika Kesepakatan, atau Penyerahan Total, tercapai," pungkasnya.


















