VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Hubungan dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan setelah Trump dikabarkan menginginkan Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya.
Laporan New York Post, Selasa (21/7/2026), mengutip sumber yang dekat dengan Trump menyebutkan bahwa Presiden AS menilai Infantino sebagai sosok yang dihormati di berbagai belahan dunia dan memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai negara, sehingga dinilai layak memimpin PBB.
Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian apakah Infantino bersedia menerima pencalonan tersebut maupun apakah Trump telah menyampaikan usulan itu secara langsung kepadanya.
Wacana tersebut muncul hanya beberapa hari setelah keduanya tampil berdampingan di tribun kehormatan saat menyaksikan final Piala Dunia di Stadion New Jersey, New York. Kehadiran Trump dan Infantino dalam laga yang dimenangkan Spanyol dengan skor 1-0 atas Argentina itu kembali memperlihatkan kedekatan hubungan keduanya selama penyelenggaraan turnamen.
Namun, relasi Trump dan Infantino juga sempat menjadi perhatian publik akibat kontroversi yang terjadi selama Piala Dunia. Trump secara terbuka melontarkan kritik terhadap keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Folarin Bolagun pemain tim nasional Amerika Serikat dalam pertandingan melawan Bosnia and Herzegowina. Bahkan Trump disebut menekan FIFA untuk menangguhkan kartu merah Bolagun.
Kontroversi tersebut ikut menyeret nama Infantino karena sebagian pengamat mempertanyakan kedekatannya dengan Trump di tengah kritik Presiden AS terhadap kepemimpinan pertandingan. Meski demikian, FIFA tetap menegaskan bahwa seluruh keputusan wasit dibuat secara independen sesuai Laws of the Game dan prosedur yang berlaku, tanpa campur tangan pihak mana pun.
Di sisi lain, masa jabatan kedua Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dijadwalkan berakhir pada 31 Desember mendatang. Hingga saat ini, proses pencarian pengganti Guterres masih belum menghasilkan kandidat resmi, sementara usulan Trump terhadap Infantino masih sebatas informasi yang bersumber dari orang-orang dekat Presiden AS dan belum menjadi pencalonan formal.

















