
Khofifah Sambut Ribuan Pelari Dunia Jalur Ekstrem Gunung Arjuno

VOICEINDONESIA.CO, Pasuruan – Sebanyak 4.014 pelari dari 21 negara lintas benua Eropa, Afrika, dan Asia resmi menaklukkan jalur ekstrem Gunung Arjuno-Welirang, Prigen, Kabupaten Pasuruan. Event internasional bertajuk Malang Trail Runners (Mantra) 116 ini berlangsung sukses sepanjang tanggal 3-5 Juli 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung menyambut antusiasme para peserta yang terbagi dalam enam kategori jarak rute. Kejuaraan ini kembali digelar pasca-pandemi dengan menyajikan rute baru via jalur Lincing demi memberikan tantangan yang menyegarkan.
"Hari ini kita akan eksplor lereng Arjuno dan indahnya Tahura Raden Soerjo. Bagaimana kita menikmati Indonesia dengan alamnya dan mudah-mudahan ini menjadi sport tourism yang akan jadi energi positif bagi kita semua," ujar Gubernur Khofifah, Minggu 5 Juli 2026.
Gubernur Khofifah berharap agar para atlet dapat menikmati kompetisi ini dengan aman hingga garis akhir. Juga menekankan pentingnya kegembiraan selama berlomba, "Makin inovatif, makin kreatif dan tentu kita harapkan start happy finish happy."
Khofifah menilai agenda internasional seperti Mantra 116 ini berkontribusi nyata dalam memperkuat posisi Jawa Timur sebagai destinasi wisata unggulan nasional. Lonjakan jumlah pelancong asing otomatis meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pajak hotel, transportasi, hiburan, hingga kuliner lokal.
Kawasan hutan yang dilewati para pelari merupakan bagian dari wilayah konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Pihak pengelola hutan dan panitia tetap memprioritaskan kelestarian lingkungan secara ketat agar tidak merusak kekayaan flora dan fauna endemik.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur Jumadi mengatakan, pihaknya telah menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi demi mendukung sport tourism. Langkah promosi lingkungan ini dinilai sangat strategis karena selaras dengan program Jatim Lestari yang digagas pemerintah daerah.
Pihaknya kini tengah membidik perluasan rute lari agar dapat melewati ratusan jaringan desa wisata di kaki gunung. "Dan kesekian kali ini, saya minta kemarin Mantra juga kampanye terkait dengan pengawetan, kemudian pengayaan kawasan konservasi itu menjadi penting," kata Jumadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Evy Afianasari mengungkapkan optimisme tinggi terhadap konsep eco sport tourism. Berdasarkan data pariwisata, sekitar 30 persen wisatawan selama ini datang ke Jawa Timur karena tertarik pada sebuah event.
Sinergi ini diyakini efektif dalam membangkitkan sektor UMKM serta meningkatkan kunjungan pelancong mancanegara hingga dua kali lipat. "Jawa Timur mendeklarasikan diri sebagai provinsi yang mempunyai event terbanyak. Ini sudah dibuktikan jumlah event kita ada ribuan di Jawa Timur," kata Evy.(fsm)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga




Amerika Jadi Host Terburuk Dalam Sejarah Piala Dunia, FIFA Hanya Bisa Menonton
9 Juni 2026 pukul 16.55
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
