
Kemenperin: Industri Kertas Sigaret Bisa Serap Banyak Tenaga Kerja

VOICEIndonesia.co, Jakarta- Kementerian Perindustrian mengatakan industri pelinting kertas sigaret (pre-rolled cones) merupakan sektor yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja dalam negeri, karena permintaan ekspor produk tersebut meningkat setiap tahunnya.
"Industri pelinting kertas sigaret merupakan salah satu industri yang inovatif karena menangkap peluang ceruk pasar di luar negeri, dengan permintaan akan lintingan kertas sigaret yang terus meningkat dari toko-toko tembakau. Selain itu, industri ini banyak menyerap tenaga kerja, khususnya tenaga kerja perempuan,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika di Jakarta, Minggu (19/05/2024).
Baca Juga: Menag Ungkap Haji dan Umroh Punya Potensi Devisa Besar
Secara global, katanya, nilai perdagangan untuk produk linting sigaret pada tahun 2022 mencapai 903 juta dolar AS, sedangkan Indonesia baru memenuhi sebanyak 61,8 juta dolar AS atau 3,53 persen dari nilai perdagangan dunia.
Hal itu menunjukkan potensi besar bagi produk linting kertas sigaret dalam negeri untuk meningkatkan penjualannya ke pasar internasional, sehingga apabila industri terkait bisa memaksimalkan kebutuhan pre-rolled conesglobal, maka penyerapan tenaga kerja bisa dilakukan secara masif.
Menurut dia, salah satu produsen besar industri kertas sigaret di Indonesia yakni PT Mitra Prodin yang berlokasi di Bali. Perusahaan tersebut memiliki kapasitas produksi 2 miliar cones per tahun, serta mempekerjakan 4.556 karyawan.
Pihaknya mencatat perusahaan di Bali itu telah berhasil menjual sebanyak 746 juta pre-rolled cones ke pasar global sepanjang tahun 2021, serta mengapresiasi produk yang dibuat karena telah berhasil memenuhi standar industri tertinggi yakni Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, dan regulasi kesehatan Kanada.
"Kementerian Perindustrian mengapresiasi PT Mitra Prodin yang telah menyerap ribuan tenaga kerja di Pulau Dewata. Terlebih lagi, sebagian besar pekerjanya adalah wanita. Kami juga mengapresiasi sumbangsih perusahaan atas devisa negara karena 100 persen produknya ditujukan untuk ekspor dengan 90 persen di antaranya diekspor ke Amerika Utara yakni Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko, serta sisanya ke Eropa,” kata dia.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



