
Menaker: Satgas PHK Dirancang Untuk atasi Masalah Dari Hulu ke Hilir

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah merancang pendekatan terintegrasi untuk mengatasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus yang akan bekerja secara komprehensif dari hulu ke hilir.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan bahwa Satgas ini dirancang dengan pendekatan lintas kementerian untuk menangani akar permasalahan, bukan hanya dampaknya.
"Kami menginginkan Satgas PHK ini tidak hanya di hilir, tapi juga hulu. Sehingga diskusi dan rancangan yang kita buat terintegrasi dari hulu ke hilir, melibatkan lintas kementerian dan koordinasi," jelas Menaker di Jakarta, Selasa (20/5/2025).
📖 Baca Juga ↗Menaker Ungkap Biang Kerok PHK Terus Berlanjut di Tahun 2025Meski sebelumnya dijadwalkan untuk diluncurkan pada akhir Mei, Menaker berharap proses pembentukan dapat dipercepat.
"Kita tunggu launching-nya segera. Inginnya lebih cepat," ujarnya.
Sebagai langkah pendukung, Kemenaker juga sedang membangun dashboard manajemen risiko yang akan dikoordinasikan dengan dinas ketenagakerjaan provinsi, terlepas dari waktu peluncuran Satgas PHK.
📖 Baca Juga ↗Gelombang PHK Terus Berlanjut di Tahun 2025Saat ini, peraturan terkait pembentukan Satgas PHK sedang dipersiapkan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Sekretariat Negara.
Kemenaker telah mengambil langkah preventif dengan membuat peta risiko PHK, dimulai dari sektor industri dan akan mengerucut ke entitas perusahaan, sesuai arahan Komisi IX DPR RI.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



