
Menaker Ungkap Biang Kerok PHK Terus Berlanjut di Tahun 2025

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkap tujuh penyebab dominan dari total 25 alasan perusahaan melakukan PHK di awal 2025. Berdasarkan evaluasi Kementerian Ketenagakerjaan, faktor utama yang mendorong perusahaan melakukan PHK adalah ketidakmampuan bertahan di tengah tekanan pasar.
"Hasil data dari kami dan ada contoh perusahaan ternyata kalau kita lihat memang dari ada 25 penyebab PHK yang mungkin 7 ini adalah yang dominan. Pertama karena perusahaannya rugi atau tutup karena pasar dalam negeri, luar negeri yang menurun," jelas Yassierli.
Menaker menyebutkan relokasi usaha sebagai penyebab kedua terbanyak perusahaan melakukan PHK.
📖 Baca Juga ↗Gelombang PHK Terus Berlanjut di Tahun 2025"Kemudian perusahaan memutuskan relokasi atau pindah ke wilayah lain. Hal ini dilakukan pengusaha demi mencari upah buruh yang lebih murah," tuturnya.
Yassierli menambahkan perselisihan hubungan industrial dan aksi mogok kerja juga memicu PHK.
📖 Baca Juga ↗Ditengah Pasang Surut Industri, Sektor Ini Menunjukan Tren Positif"Ada kasus perselisihan hubungan industrial tapi ini biasanya tidak massal dari satu perusahaan. Kemudian tindakan balasan pengusaha akibat mogok kerja, jadi ini hubungan industrial," tambahnya.
Efisiensi dan transformasi bisnis juga menyumbang angka PHK yang signifikan.
"Kemudian ada yang melakukan transformasi perubahan bisnis. Yang terakhir itu adalah pailit karena beban terkait dengan kewajiban kepada kreditur," ungkap Yassierli.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



