Diwarnai Aksi Bakar Ban, Mahasiswa Tuntut Evaluasi Kinerja Bank Indonesia
VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Aksi yang semula berlangsung tertib berubah memanas ketika massa menuntut Gubernur Bank Indonesia turun langsung menemui demonstran. Karena tak kunjung mendapat respons, mahasiswa membakar ban di depan gerbang kantor BI sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan moneter yang dinilai gagal menjaga nilai tukar rupiah.
Petugas kepolisian yang berjaga langsung bergerak cepat memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebelum situasi berkembang lebih jauh.
Tak lama setelah insiden tersebut, perwakilan Bank Indonesia akhirnya keluar menemui massa dan menerima aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Koordinator Lapangan aksi, Muhammad Ivan Akiedozawa, menilai kondisi ekonomi nasional sedang berada dalam fase yang mengkhawatirkan. Menurutnya, berbagai program dan kebijakan negara yang mengandalkan anggaran besar berpotensi menimbulkan efek domino terhadap stabilitas ekonomi apabila tidak diimbangi pengelolaan yang tepat.
"Kami melihat ancaman krisis moneter sudah ada di depan mata. Jangan sampai bangsa ini kembali mengalami krisis seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Karena itu kami turun untuk mengingatkan dan mengawal kondisi ekonomi nasional," tegas Ivan dalam orasinya.
Mahasiswa menyoroti pelemahan rupiah yang mereka sebut telah mencapai titik terendah sepanjang sejarah. Kondisi tersebut dianggap sebagai indikator bahwa Bank Indonesia belum optimal menjalankan mandat utama menjaga stabilitas nilai tukar.
Dalam orasinya, Ivan menegaskan bahwa menjaga kekuatan rupiah merupakan tugas utama Bank Indonesia yang tidak dapat dialihkan kepada institusi lain.
"Rupiah bukan sekadar alat tukar. Rupiah adalah simbol kedaulatan bangsa dan harga diri negara. Karena itu Bank Indonesia harus menjadi benteng utama pertahanan ekonomi nasional, bukan sekadar menjadi penonton ketika rupiah terus melemah," ujarnya.
Aksi tersebut juga menjadi panggung kritik keras terhadap kinerja otoritas moneter. Mahasiswa secara terbuka mendesak DPR RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Bank Indonesia serta meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Gubernur BI beserta jajarannya.
Tak hanya itu, mereka bahkan meminta Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur melakukan sumpah mubahalah sebagai bentuk pembuktian bahwa tidak pernah melakukan penyimpangan selama menjalankan tugas di institusi tersebut.
Namun dalam kesempatan itu, massa aksi hanya ditemui perwakilan dari BI dan 3 orang perwakilan membaca sumpah mubahalah di hadapan massa aksi.
Salah satu perwakilan BI meminta balik, para mahasiswa untuk bersumpah mubahalah, namun mahasiswa kembali marah, dan kembali meminta Gubernur BI untuk menemui massa aksi.
Massa aksi mengancam untuk kembali datang menyerbu Gedung BI, guna bertemu Gubernur BI melakukan sumpah mubahalah.
Dalam aksi tersebut, Cipayung Plus Jatim menyampaikan tujuh tuntutan utama, yakni mendesak BI membuka peta jalan penyelamatan rupiah secara transparan, meminta DPR melakukan evaluasi total terhadap kinerja BI, memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, mendorong reformasi kelembagaan BI, meminta seluruh pejabat BI bekerja lebih serius menjaga martabat rupiah, mendesak pencopotan Gubernur BI beserta jajarannya, serta meminta Kepala Perwakilan BI Jatim melakukan sumpah mubahalah.
Demonstrasi ini menjadi sinyal meningkatnya kegelisahan publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Di tengah tekanan terhadap nilai tukar dan tantangan ekonomi global, mahasiswa menilai pemerintah dan Bank Indonesia harus segera menunjukkan langkah konkret untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Untuk informasi, sebanyak 102 pasukan kepolisian menjaga keamanan di lokasi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Timur.(joe)
Pilihan Redaksi
NasionalEmpat Personel TNI Hadapi Vonis Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Hari pembuktian tiba bagi empat personel TNI yang duduk di kursi pesakitan Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Rabu (10/6/2026) pagi ini, sidang pembacaan putusan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus digelar mulai pukul 09.00 WIB di ruang sidang Garuda.Keempat ter
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

















