VOICE Indonesia
News

Anggaran Tak Kunjung Cair, 33 SPPG di Batam Setop Distribusi MBG

Afifah - VOICEIndonesia.co10 Juni 2026 pukul 19.08 WIB
SPPG
Salah satu SPPG di Batam yang digunakan untuk mengantar MBG(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)
Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah

VOICEINDONESIA.CO, Batam – Sebanyak 53 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepulauan Riau, terpaksa menghentikan sementara operasional dapur dan distribusi makanan untuk program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mandeknya pasokan pangan nutrisi bagi anak-anak sekolah ini dipicu oleh keterlambatan birokrasi pencairan anggaran operasional ke rekening masing-masing satuan pelaksana.

Iklan

“Ketika anggaran di VA sudah masuk, SPPG langsung melayani kembali. Insya Allah besok sudah kembali melayani," ujar Koordinator Wilayah SPPG Batam Defri Frenaldi dikutip dari ANTARA, Rabu (10/6/2026).

Defri memaparkan bahwa kemacetan pasokan modal kerja ini sempat memuncak pada awal pekan lalu, di mana jumlah dapur umum yang mogok beroperasi sempat menembus angka di atas 55 unit.

Kendati demikian, grafik pemulihan mulai terlihat seiring dengan cairnya dana stimulan di beberapa titik pelayanan pada hari Rabu ini.

"Senin (8/6), jumlah yang berhenti lebih dari 55 SPPG. Sekarang yang tidak operasional tercatat 53. Artinya, sudah ada beberapa SPPG yang kembali beroperasi," Defri.

Manajemen SPPG menjelaskan bahwa durasi kelumpuhan dapur pemenuhan gizi ini bervariasi antara satu hingga dua hari, tergantung pada kecepatan verifikasi perbankan di akun virtual (virtual account) masing-masing unit.

Otoritas wilayah memastikan dapur-dapur yang anggarannya telah masuk hari ini langsung mengepul untuk mengejar ketertinggalan distribusi menu makanan.

Berdasarkan data agregat terbaru, dari total 147 unit SPPG yang tersebar di peta geopolitik Kota Batam, sebanyak 86 unit di antaranya dilaporkan tetap bertahan beroperasi secara normal.

Iklan

Sementara itu, 53 unit masih membeku tanpa aktivitas memasak, dan 8 unit sisanya dinyatakan belum bisa melayani karena berstatus sebagai posko pelayanan baru yang masih dalam tahap pemenuhan fasilitas.

Melihat pemetaan per wilayah, kemacetan operasional program jaring pengaman nutrisi ini paling parah menghantam kawasan padat penduduk di Kecamatan Sagulung dengan catatan 10 dapur berhenti total.

Posisi kerawanan distribusi disusul ketat oleh wilayah Kecamatan Batam Kota dan Kecamatan Sei Beduk yang masing-masing harus melumpuhkan aktivitas 9 unit SPPG akibat kendala finansial yang sama. (af)

Pilihan Redaksi

Empat Personel TNI Hadapi Vonis Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie YunusNasional

Empat Personel TNI Hadapi Vonis Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Sintia Nur Afifah·10 June 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#News

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

News

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Made with Emergent

-->-->-->