VOICE Indonesia
Daerah

Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG

Joko Hermanto - VOICEIndonesia.co
1094400.jpg
Sejumlah Siswa Surabaya Keracunan Menu MBG Menjalani Perawatan

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Para korban merupakan siswa, TK, SD dan SMP. Sementara menu makanan yang dimakan berasal dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terletak di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan Surabaya.

Terlihat puluhan siswa berdatangan ke RSIA IBI Surabaya sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka mengeluhkan sakit perut hingga muntah-muntah.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani mengatakan, total ada 200 siswa dari 12 sekolah yang diduga mengalami keracunan makanan.

"Ada beberapa sekolah yang dari satu SPPG itu memang semua yang dikirimi makanan ini mengeluh, banyak yang mengeluh. Hampir semuanya mengeluh," ujarnya.

Mayoritas dari korban mengalami gejala mual, pusing, muntah usai memakan menu MBG pagi tadi. Menu makanan yang mereka makan adalah daging.

"Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru-guru itu, biasanya gak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin, ini masih mungkin ya, mungkin dari dagingnya, karena selama ini enggak pernah dikasih daging," kata dia.

Tyas memastikan seluruh korban telah mendapat penanganan. Beberapa di antaranya dilarikan ke Puskesmas dan RSIA IBI, sisanya mendapat penanganan di sekolah.

"Kemudian ada yang kami datangi di sekolah dari pihak Puskesmas. Kita turun ke sekolah, karena gejalanya masih ringan ya, masih memungkinkan kita tangani, kita obati di tempat. Ada beberapa sekolah, kemudian juga ada yang datang ke Puskesmas. Dan alhamdulillah semuanya gejalanya masih ringan," kata dia.

Pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab keracunan ini. Saat ini, menu yang dimakan siswa sedang dalam pemeriksaan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya.

"Masih belum tahu ya, masih kita cek ulang ya. Sampel sudah kami ambil di lokasi, kemudian masih akan kami cek di BBLK ya, bersama Dinas Kesehatan," katanya.

Selain itu, seluruh menu MBG dari SPPG tersebut kini sedang ditarik agar korban tak semakin meluas. "Kemudian pihak SPPG juga berkomitmen untuk membiayai seluruh pengobatan dari siswa," pungkas dia.(joe)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.