
69 Siswa Keracunan MBG, Pemkot Kediri Tutup SPPG Usai Temuan Bakteri E. Coli

Baca Juga: Atasi Pengangguran 6,12 Persen, Sulut Optimis Program PMI Jadi Solusi Ekonomi Daerah “Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E.coli) yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Tempurejo,” kata Ferry, Jumat (24/4/2026). Puluhan siswa di wilayah Kecamatan Pesantren tersebut dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga demam. Meski demikian, Ferry memastikan bahwa kondisi para siswa saat ini telah membaik. “Ia menegaskan kondisi siswa saat ini sudah terkendali. Anak-anak juga tidak ada yang dirawat inap. Saat ini kondisi mereka juga sudah membaik. Selain itu, pihak puskesmas juga proaktif melakukan pemeriksaan,” jelasnya. Baca Juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangunan Secara Humanis Investigasi lebih lanjut mengungkap adanya ketidaksesuaian prosedur pada proses pengolahan makanan di SPPG tersebut. Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, menyebutkan bahwa ada tahapan krusial yang terlewati, terutama terkait uji organoleptik yang seharusnya dilakukan setelah dimasak, sebelum distribusi, dan saat diterima. “Ditemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Armeityansyah. Sebagai langkah tegas, Satgas MBG Kota Kediri menghentikan operasional SPPG Tempurejo guna evaluasi menyeluruh dan mengalihkan distribusi makanan ke unit lain agar program tetap berjalan. “SPPG Tempurejo ditutup sementara dan distribusi dialihkan ke SPPG lain agar layanan tetap berjalan,” tambah Armeityansyah. Pemerintah Kota Kediri kini berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperketat pengawasan di masa mendatang. Ferry menekankan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi serius bagi penyelenggaraan program nasional tersebut. “Kami akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) monitor dan evaluasi, karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun, program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” pungkas Ferry. (af/hi) Pilihan Redaksi: Hilangnya Paspor Siti: Modus Baru Sindikat TPPO?
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



