
Gerakan MPLS Ramah 2026 Resmi Diluncurkan di Jatim

VOICEINDONESIA.CO, Malang – Jatim meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas Rana) di Satuan Pendidikan. Gerakan ini menandai perwujudan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026.
Peluncuran berlokasi di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika Kota Malang. Diikuti ribuan peserta didik mulai dari jenjang TK sampai SMA.
Dalam kegiatan itu, juga digelar deklarasi dukungan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Serta komitmen pelaksanaan Gernas Rana melalui penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
"Acara ini sangat penting sebagai momentum untuk menegaskan bahwa hak setiap anak adalah tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman dan nyaman. Ini berarti, mereka juga harus bebas dari segala bentuk kekerasan," kata Gubernur Khofifah, Senin (13/7/2026).
Gubernur Khofifah mengingatkan untuk tidak takut melaporkan tindak kekerasan dan perundungan. Ia juga mengingatkan kepada peserta didik, untuk tidak mudah merasa terintimidasi, karena negara melindungi.
"Kepada anak-anakku, apabila mengetahui atau merasakan adanya kekerasan, jangan pernah ragu untuk menyampaikan kepada guru, kepada orang tua, maupun kepada pihak yang berwenang," ujar Gubernur Khofifah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Pratikno menegaskan bahwa pemerintah harus menjamin ruang yang aman dan nyaman. Baik di keluarga, satuan pendidikan, ruang-ruang publik, dan juga di ruang digital.
"Maka, kami mengajak para orang tua, para guru, dan pemerintah daerah untuk bersama-sama menjamin ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Karena kalau anak mengalami kekerasan, dampaknya sangat luar biasa bagi pertumbuhan anak ke depan," tuturnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauz menjelaskan bahwa upaya perlindungan terhadap anak memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, berdasarkan data Simfoni PPA, sepanjang tahun 2025 terjadi 21.352 kasus kekerasan terhadap anak.
"Sebanyak 71 persen terjadinya kekerasan itu justru di tempat-tempat yang harusnya anak-anak ini merasa aman, yaitu di dalam rumah tangga dan satuan pendidikan. Jadi, ayo kita jaga bersama-sama, jangan ada lagi bullying di antara anak-anak kita," katanya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti mengatakan bahwa program ASRI merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Ditindaklanjuti dalam Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026.
"Maka, kami berterimakasih kepada Ibu Gubernur karena beliau ini sangat kreatif, banyak ide-ide hebat seperti gerakan SIKAP di sekolah. Ini kreativitas yang luar biasa yang menghubung program-program pemerintahan pendidikan dasar dan lain-lain," ucapnya.(joe)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



