
BNN ungkap dua WNA terlibat peredaran narkotika jenis hasis di Bali

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengungkap dua orang warga negara asing (WNA) yang berasal Latvia dan Swedia terlibat kepemilikan dan peredaran narkotika jenis hasis dengan jaringan yang berbeda di Bali.
"Kasus peredaran gelap narkotika jenis hasis yang melibatkan dua WNA itu diungkap BNN Provinsi Bali dengan modus yang berbeda," kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Bali Komisaris Besar Polisi I Made Sinar Subawa di Denpasar, Rabu.
Kasus pertama diungkap berkat kerja sama BNN Provinsi Bali bersama Bea Cukai Ngurah Rai pada Senin (22/7), yang melibatkan WNA dari Riga, Latvia berinisial VS yang menyelundupkan narkotika jenis hasis sebanyak 440,41 gram dan ganja sebanyak 977,83 gram netto.
"Narkotika tersebut disembunyikan pelaku di dalam tas yang dibawanya dan terungkap saat VS melewati pemeriksaan petugas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai," katanya.
Baca Juga : YLBHI Sebut Jokowi Masih Belum Berhasil Tangani Korban Terjerat Kerja Paksa di Myanmar
Kasus kedua berhasil diungkap BNN Provinsi Bali terjadi pada (31/7) di salah satu villa di daerah Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar, Bali. "Pengungkapan tersebut juga, kata Subawa merupakan kerja sana BNN Provinsi Bali bersama Bea Cukai Ngurah Rai," katanya.
Pengungkapan dan penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat terkait adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di daerah tersebut yang melibatkan seorang WNA berinisial SU asal Skarholmen, Swedia.
"Modus operandi yang digunakan SU yaitu melalui paket kiriman International Postal Parcel Thailand yang setelah dibuka di dalamnya terdapat empat padatan yang merupakan narkotika jenis hasis," kata Subawa.
Setelah ditimbang di kantor BNNP Bali, berat keseluruhan narkoba tersebut seberat 201,28 gram netto.
Atas kejadian tersebut, kedua tersangka kini mendekam di tahanan sementara BNNP Bali dengan ancaman pidana Pasal 113 ayat (2) atau Pasal 111 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Subawa menjelaskan secara umum di Bali, hasis merupakan narkotika yang populer dan kerap disalahgunakan WNA. Hasis biasanya berasal dari Timur Tengah, Pakistan, Afrika Utara dan Afganistan. Hasis memiliki kandungan THC yang sangat tinggi yang memiliki efek halusinogen dan termasuk ke dalam narkotika golongan I
"Bali sebagai daerah tujuan wisatawan mancanegara, menjadi salah satu pasar potensial peredaran gelap narkotika jaringan internasional," ujarnya. *
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



