VOICE Indonesia
Daerah

Massa Aksi Bagi-Bagi Sayur di Gedung Granadi Dukung MBG

Joko Hermanto - VOICEIndonesia.co
1304108.webp
Massa aksi mendesak pemerintah untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu 8 Juli 2026.(Foto: Dok Joko Hermanto/VOICEINDONESIA)

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Dalam aksinya, ada beberapa kegiatan yang dilakukan yakni membubuhkan tanda tangan dukungan keberlanjutan MBG, serta aksi bagi-bagi sayur kepada pengendara yang melintas. Aksi ini berjalan lancar dan disambut antusias banyak pengendara penerima sayuran yang dibagikan.

Ketua HMD-GEMAS Kota Surabaya, Bagiyon mengatakan, melalui aksi damai ini pihaknya mendukung dilanjutkannya program MBG. Menurutnya program ini sangat mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan gizi.

Ia menjelaskan, Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 terkait penghentian sementara layanan MBG dan peniadaan insentif operasional merugikan dan berpotensi melanggar kontrak. Sehingga, pihaknya meminta pemerintah melanjutkan jalannya program tersebut.

"Kita ingin menyampaikan kepada Kepala Satgas MBG Jawa Timur, Bapak Emil Dardak, makanya kita melakukan aksi di depan Grahadi. Harapan kami agar program MBG ini dilanjutkan kembali,” kata Bagiyon.

Bagiyon mengatakan, SE tersebut sudah memicu gelombang penolakan dari berbagai pihak. Sebab, keberadaan program MBG telah memberi manfaat bagi banyak pihak termasuk para petani dan peternak.

“Fakta di masyarakat ternyata masih banyak masyarakat ataupun anak-anak sekolah, ibu-ibu hamil yang sangat menunggu kehadiran MBG ini kembali. Dengan ada stagnan (penghentian) beberapa hari ini mereka juga sempat menanyakan kanan kiri kapan MBG ini bisa dilanjutkan,” ujarnya.

Terkait beberapa evaluasi, diakui Bagiyon memang ada beberapa yang perlu diperbaiki. Pihaknya saat ini juga sudah bekerja sama dengan beberapa stakeholder termasuk mitra MBG untuk meningkatkan kualitas.

“Jadi tidak harus seperti kemarin, kalau ada kesalahan langsung di suspend. Dan kita akan lakukan pendampingan advokasi untuk bisa dijalankan kembali. Kalau memang ada kelemahan, ada kekurangan kami akan perbaiki,” kata Bagiyon.

Sementara itu, Sholehudin salah satu Anggota Petani Malang Raya mengaku, sangat terbantu dengan adanya program MBG. Menurutnya, program MBG telah memberi harapan bagi petani mendapat ekonomi yang lebih layak.

Sholeh mengaku, selama program MBG berjalan dirinya tidak lagi was-was hasil pertaniannya tidak laku atau terjual murah. Sebab, saat ini bisa dipasok langsung ke dapur-dapur SPPG dengan harga yang lebih tinggi.

“Dengan adanya MBG jelas kuantitasnya lebih banyak lagi. Makanya, sekarang kan kita petani sudah kita tata untuk menanam, menyiapkan untuk suplai MBG. Maka, jika MBG berhenti bingung ini petaninya,” ujarnya.(joe)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.