
Dukung Pilkada Jatim Damai, Pedagang Frozen Food Jawa Timur Gelar Deklarasi

VOICEIndonesia.co, Sidoarjo - Sebanyak 75 anggota Paguyupan Pedagang Frozen Food Jawa Timur, menggelar Deklarasi Pilkada Jatim Damai di Desa Prasung Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan pedagang frozen food untuk meningkatkan perekonomian Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ketua Paguyupan Pedagang Frozen Food Jawa Timur, Khoirul, menyatakan bahwa dengan terciptanya pilkada Jatim yang aman damai akan berdampak pada tingginya daya beli masyarakat, sehingga turut menumbuhkan perekonomian provinsi Jawa Timur.
"Pada pelaksanaan pilkada nanti kita akan memilih pemimpin dari tingkat provinsi hingga kabupaten-kota. Kita semua bebas menentukan pilihan masing-masing dengan catatan tetap menjaga sitkamtibmas tetap kondusif, sehingga tidak mengganggu perekonomian," tutur Khoirul dihadapan anggota paguyupan.
Ditambahkan Khoirul, kemajuan perekonomian sangat erat dengan kondusifitas kamtibmas, karena akan dapat menarik perhatian investor untuk masuk ke wilayah Jawa Timur.
"Dengan situasi yang kondusif investor akan masuk dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, dan otomatis akan menumbuhkan dan memajukan perekonomian," sambungnya.
Khoirul melanjutkan, siapapun yang terpilih pada pelaksanaan pilkada nanti, harus didukung dan dapat bekerja sama. Karena setiap pemimpin terpilih pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk memajukan wilayahnya dan mensejahterakan masyarakat.
"Diharapkan kepada rekan-rekan anggota Paguyuban Pedagang Frozen Food Jawa Timur agar tetap saling menjaga kekompakan dan tidak memaksakan pilihannya kepada orang lain, jangan sampai adanya perhelatan Pilkada Jatim 2024 menjadi polemik dan memecah belah persaudaraan di antara kita dan masyarakat pada umumnya".
"Kami juga berpesan kepada rekan-rekan anggota Paguyuban Pedagang Frozen Food Jawa Timur agar lebih bijak dalam menyikapi pemberitaan yang beredar di media massa maupun media sosial, jangan sampai kita terprovokasi issu-issu hoax yang dapat memicu perpecahan antar masyarakat," tutup Khoirul. (joe)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



