
Harga Telur di Jatim Anjlok, Peternak Kesulitan Jual Hasil Produksi

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Harga telur ayam di tingkat peternak di Jawa Timur terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Melimpahnya produksi membuat harga jual telur jatuh hingga berada di bawah harga pokok produksi (HPP).
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan kondisi tersebut terjadi di sejumlah sentra peternakan ayam petelur di Jatim. Menurutnya, Jawa Timur selama ini menjadi daerah dengan populasi unggas terbesar di Indonesia sehingga produksi telur selalu surplus.
“Populasi unggas di Jawa Timur memang terbesar, baik broiler maupun ayam petelur. Produksi telur kita juga selalu surplus,” kata Indyah.
Ia menjelaskan, penurunan harga dipicu stok telur yang melimpah di pasaran, sementara daya serap masyarakat dan industri belum mampu mengimbangi peningkatan produksi.
Akibatnya, banyak peternak kesulitan menjual hasil produksi mereka. Stok telur menumpuk di kandang, terutama di sejumlah daerah sentra peternakan.
“Kemarin sempat terjadi gejolak di Magetan karena harga terus turun dan penyerapannya tidak bagus. Bahkan ada peternak yang sampai membagikan telur gratis,” ujarnya.
Menurut Indyah, kondisi ini dipengaruhi meningkatnya produksi telur dalam beberapa bulan terakhir. Banyak peternak sebelumnya menambah populasi ayam petelur untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat hari raya dan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, proyeksi peningkatan pasar ternyata tidak sesuai harapan. Permintaan yang diperkirakan naik justru belum mampu menyerap produksi telur yang terus bertambah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini mendorong peningkatan penyerapan telur, salah satunya melalui penambahan menu telur dalam program MBG. Langkah itu diharapkan bisa membantu menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban peternak.
Kondisi anjloknya harga telur ini menjadi perhatian karena Jawa Timur merupakan salah satu pemasok utama kebutuhan telur nasional. Jika situasi berlangsung lama, peternak dikhawatirkan mengalami kerugian lebih besar akibat biaya produksi yang tidak sebanding dengan harga jual di pasaran.(fsm)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



