Jelang Imlek dan Ramadan, Tim Satgas Pangan Polres Gresik Sidak Pasar Tradisional
Joko Hermanto - VOICEIndonesia.co
Jelang Imlek dan Ramadan, Tim Satgas Pangan Polres Gresik Sidak Pasar Tradisional
VOICEINDONESIA.CO, Gresik - Tim Satgas Pangan Polres Gresik melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Gresik. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok sembako menjelang Hari Raya Imlek dan Bulan Suci Ramadhan.
Pengecekan dipimpin langsung Kanit IV Tipidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Luthfi Hadi Nugroho bersama sejumlah personel Satreskrim. Sidak tersebut dilakukan sejak pukul 08.30 WIB dengan menyasar pedagang bahan pokok di Pasar Baru yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Gresik.
Dari hasil pemantauan, stok bahan pokok di Pasar Baru Gresik terpantau aman dan mencukupi. Sementara itu, harga mayoritas komoditas masih relatif stabil, meski terdapat kenaikan pada komoditas cabai rawit merah.
Adapun harga bahan pokok yang tercatat di antaranya beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp12.600 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, MinyaKita Rp15.700 per liter, dan minyak goreng premium Rp19.500 per liter.
Untuk komoditas protein, daging sapi dijual Rp108.000 per kilogram, daging ayam ras Rp39.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp27.000 per kilogram. Sementara harga bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp35.000 per kilogram.
Sedangkan harga cabai menunjukkan variasi, dengan cabai rawit merah mencapai Rp78.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp40.000 per kilogram, dan cabai merah besar Rp25.000 per kilogram.
Kanit Tipidek Satreskrim Polres Gresik Iptu Luthfi Hadi Nugroho menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari cuaca hingga harga beli dari distributor.
“Untuk cabai rawit merah memang cukup tinggi. Pedagang di Pasar Baru Gresik mengambil pasokan dari Pasar Keputran Surabaya, dengan harga beli sudah di atas Harga Acuan Penjualan, yakni sekitar Rp73.000 per kilogram,” kata Luthfi, Jumat (6/2/2026) usai melakukan sidak.
Luthfi menambahkan faktor cuaca juga turut mempengaruhi pasokan. Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan hasil panen cabai menurun karena kualitas yang cepat rusak.
“Kondisi hujan membuat cabai lebih mudah busuk sehingga panen tidak maksimal. Namun secara umum stok bapokting masih aman dan tidak ditemukan adanya kelangkaan,” tegasnya.
Iptu Luthfi menambahkan, Polres Gresik akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mencegah penimbunan serta memastikan harga tetap terkendali menjelang Bulan Suci Ramadan dan Imlek.
“Kami akan rutin turun ke pasar untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” pungkasnya.(Joe)
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.