VOICEINDONESIA.CO, Bogor – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Agus Andrianto, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor pada Kamis, 11 Desember 2025. Kunjungan penting ini memiliki fokus utama pada upaya berkelanjutan pemerintah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan penguatan sinergi antar-institusi di lingkungan Jawa Barat.
Kunjungan kerja Menteri Agus Andrianto ke Bogor menegaskan komitmen tinggi pemerintah untuk memastikan seluruh unit pelaksana teknis keimigrasian dapat menyelenggarakan pelayanan yang prima dan berorientasi pada masyarakat.
Acara ini mencerminkan sinergi dan kolaborasi erat antar unit pelaksana teknis dengan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wali Kota Bogor, Sesditjen Imigrasi Sandy Andaryadi (mewakili Plt. Dirjen Imigrasi), Dirjen Pemasyarakatan, serta para Kepala Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan se-Jawa Barat. Kehadiran mereka menyimbolkan koordinasi solid yang menjamin kelancaran proses antar-institusi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan langsung terhadap alur layanan paspor. Dalam kesempatan ini, Menteri Agus Andrianto menyapa sejumlah pemohon, secara langsung menekankan pentingnya pelayanan publik yang harus bersifat responsif dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.
Menyoroti urgensi pelayanan publik yang memadai, Menteri Agus Andrianto menyatakan, “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan yang benar-benar membantu dan memudahkan urusan mereka. Itu yang kami lihat langsung di lapangan hari ini.” Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (11/12/2025) di Kanim Bogor.
Mengunjungi Jejak Sejarah Bangunan Bersejarah
Setelah meninjau aspek pelayanan inti, rombongan menteri melanjutkan agenda dengan mengunjungi Pendopo Shwarna Bhumi, sebuah peninggalan bersejarah Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang berlokasi di area Kantor Imigrasi Bogor. Kunjungan ke situs bersejarah ini menunjukkan adanya keterkaitan antara sejarah keimigrasian dengan perjalanan budaya bangsa, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya merawat warisan cagar budaya.
Agenda kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan program ketahanan pangan internal kantor, yang secara spesifik mencakup kebun hidroponik dan area peternakan. Program ini tidak hanya bersifat internal, tetapi hasilnya diketahui secara rutin dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk nyata kepedulian sosial Kantor Imigrasi Bogor.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, menanggapi positif kunjungan kerja Menteri IMIPAS di kantor yang ia pimpin. Ia melihat kunjungan ini sebagai dorongan besar bagi jajarannya.
“Kunjungan Bapak Menteri memberikan dorongan yang sangat besar bagi kami untuk terus menjaga kualitas layanan dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang berlaku. Ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk menampilkan capaian dan kesiapan jajaran Imigrasi Bogor dalam memberikan pelayanan terbaik,” tutup Ritus.