
Lestarikan Budaya Bangsa, Disbudpar dan DPRD Jatim Gelar Wayang Kulit

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Pagelaran wayang kulit yang digelar bersama DPRD Provinsi Jawa Timur itu dihadiri unsur pemerintah, legislator, dan masyarakat di kawasan Sukomanunggal. Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap wayang kulit.
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari, Minggu malam 12 Juli 2026 mengatakan pergelaran wayang kulit merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dalam melestarikan budaya. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya Indonesia.
"Kegiatan pada malam hari ini merupakan kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur. Ini merupakan langkah upaya kita bersama dalam melestarikan warisan budaya kita," ujar Sadari.
Sadari menjelaskan wayang kulit telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya sejak 2003. Kemudian disusul keris, gamelan, pencak silat, jamu, hingga Reyog Ponorogo.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mengatakan kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, budaya merupakan identitas yang harus terus dijaga.
"Sejatinya bangsa yang besar, kota yang maju adalah suatu bangsa, suatu kota, suatu masyarakat yang selalu menjaga nilai-nilai budaya, salah satunya wayang kulit sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari," kata Cahyo.
Cahyo mengajak masyarakat menjadikan pagelaran wayang kulit sebagai media pembelajaran budaya. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam wayang dapat diwariskan kepada generasi penerus.
"Mari kita perhatikan, kita tonton pagelaran wayang kulit ini, kita hayati lalu kita lestarikan. Kita ajarkan kepada generasi penerus kita agar sesuatu kekayaan yang dimiliki oleh kita ini tidak lekang oleh waktu," ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan budaya yang juga menghadirkan pertunjukan campursari. Menurutnya, kegiatan sedekah bumi menjadi bentuk rasa syukur atas anugerah yang diberikan Tuhan.
"Moga-moga acara pada hari ini, acara sedekah bumi yang tentu kita mensyukuri apa yang sudah diberikan dari Allah SWT yang dianugerahkan kepada kita semua," kata Bambang.(joe)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



