
Indikator Pendidikan dan Kesehatan di Jatim 2025 Banyak Meleset

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – DPRD Jawa Timur melalui Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Timur Tahun Anggaran 2025 menyoroti sejumlah indikator kinerja daerah (IKD) yang belum mencapai target.
Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama karena menyumbang jumlah capaian terendah terbanyak.
Juru Bicara Pansus LKPJ DPRD Jatim, Khusnul Arif, mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pembahasan dan pendalaman bersama organisasi perangkat daerah (OPD), capaian IKD Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalami perbaikan dibanding data awal dalam Buku LKPJ 2025.
Dari total 166 IKD Tahun 2025, sebanyak 133 indikator dinyatakan tercapai atau sekitar 89,87 persen. Sementara 18 indikator masih belum dirilis dan 15 indikator dinyatakan belum tercapai.
“Sebelumnya ditemukan 86 IKD tercapai, 67 belum dirilis, dan 13 belum tercapai. Setelah pendalaman bersama OPD, terdapat peningkatan capaian menjadi 133 IKD yang tercapai,” ujar Khusnul Arif saat menyampaikan laporan rekomendasi Pansus LKPJ, Senin (11/5).
Meski mayoritas indikator berhasil dicapai, Pansus memberikan perhatian serius terhadap 15 IKD yang meleset dari target, terutama pada bidang pendidikan dan kesehatan.
Pada sektor pendidikan, kata Khusnul terdapat enam indikator yang belum memenuhi target, mulai dari Harapan Lama Sekolah hingga capaian standar kompetensi minimum literasi membaca dan numerasi pada asesmen nasional.
Harapan Lama Sekolah misalnya, ditargetkan mencapai 13,54 tahun, namun realisasinya hanya 13,44 tahun. Sementara persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum numerasi hanya terealisasi 46,30 persen dari target 54,92 persen.
Tak hanya pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi sorotan. Angka keberhasilan pengobatan Tuberkulosis (TB) belum memenuhi target dengan realisasi 88,17 persen dari target 89–90 persen.
Sedangkan cakupan penemuan dan pengobatan kasus TB hanya mencapai 77,29 persen dari target maksimal 95 persen.
Selain itu, capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) juga belum optimal. Dari target 36 persen, realisasinya baru menyentuh 30,65 persen.
Pansus juga mencatat sejumlah indikator lain yang belum mencapai target, seperti penurunan emisi gas rumah kaca (GRK), cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan, rasio elektrifikasi, nilai SAKIP Pemprov Jatim, hingga kontribusi ekspor barang dan jasa terhadap PDRB.
Menurut Khusnul Arif yang juga Ketua Pansus ini, dominasi indikator pendidikan dan kesehatan yang belum tercapai menunjukkan perlunya penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten/kota.
“Hal ini menunjukkan capaian kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada urusan pendidikan dan kesehatan belum optimal dan perlu ditingkatkan sinerginya dengan pemerintah kabupaten/kota, khususnya 23 daerah dengan IPM di bawah rata-rata Jawa Timur,” tegasnya.
Pansus berharap rekomendasi tersebut menjadi bahan evaluasi strategis bagi Pemprov Jatim agar kualitas layanan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia dapat meningkat pada tahun-tahun mendatang. (joe)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



