
Mahasiswa Keperawatan Sulteng Disiapkan untuk Kerja di Luar Negeri

VOICEINDONESIA.CO, Palu - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Tengah memanfaatkan momentum seremonial akademik untuk membuka wawasan mahasiswa keperawatan tentang peluang kerja di luar negeri. Kehadiran BP3MI dalam acara Capping and Candle Lighting Ceremony STIKES Bala Keselamatan Palu menjadi strategi menjaring calon pekerja migran dari lulusan tenaga kesehatan.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Mustaqim menekankan pentingnya kesiapan kompetensi serta legalitas bagi tenaga kesehatan yang ingin berkarier di luar negeri. Momentum seremonial yang seharusnya murni akademik ini dijadikan ajang sosialisasi jalur penempatan prosedural. Mustaqim mengungkapkan peluang kerja bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, di berbagai negara masih terbuka luas. Sektor keperawatan merupakan salah satu bidang yang memiliki peluang besar sehingga perlu disiapkan sejak dini. "Momentum Capping and Candle Lighting Ceremony ini bukan hanya seremoni akademik," ujarnya di Hotel Best Western, Palu, Kamis (12/2/2026). Ia menambahkan, BP3MI Sulawesi Tengah siap mendukung lulusan keperawatan yang ingin mengembangkan karier di luar negeri melalui jalur prosedural. Calon pekerja migran harus memastikan seluruh proses penempatan dilakukan secara resmi.Baca Juga : Pemerintah Bakal Cabut Izin Agen Pekerja Berlakukan Pungutan Liar "Kami di BP3MI Sulawesi Tengah siap mendukung lulusan keperawatan yang ingin mengembangkan karier di luar negeri," tegasnya. Kegiatan Capping and Candle Lighting Ceremony sebenarnya merupakan momen sakral bagi mahasiswa keperawatan sebagai simbol kesiapan memasuki tahap praktik klinik. Prosesi penyematan cap dan penyalaan lilin menjadi lambang dedikasi serta tanggung jawab moral calon perawat. BP3MI Sulawesi Tengah berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi dengan institusi pendidikan keperawatan dalam mendukung penyiapan calon Pekerja Migran Indonesia yang profesional. Target utamanya adalah menghasilkan tenaga kerja berdaya saing internasional serta memiliki pemahaman baik mengenai mekanisme penempatan dan pelindungan pekerja migran. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Menjaga Netralitas: Polri Wajib di Bawah Komando Langsung Presiden
Baca Berita Lainnya di Google NewsPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



