
Mensos Optimistis Sekolah Rakyat Dapat Memutus Rantai Kemiskinan

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan perkembangan positif setelah 11 bulan pelaksanaan pembelajaran tahun 2025/2026.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan dengan Sekolah Rakyat, anak-anak yang termasuk dalam kelompok masyarakat prasejahtera desil 1 dan 2 berdasar DTSEN, tetap bisa mengejar pendidikan sampai lulus.
“Mengapa sekolah rakyat berada di Kementrian Sosial? Karena ini adalah bagian dari pengentasan kemiskinan, anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu dengan program strategis Presiden yang lain, mendapat bansos yang lengkap dan lain lain. Sehingga harapannya anaknya lulus, orang tuanya naik kelas, keluarganya naik kelas menjadi keluarga yang lebih mandiri. Itu strategi kita untuk memutus mata rantai kemiskinan," kata Gus Ipul di Surabaya, Jumat (26/6/2026).
Optimisme Gus Ipul bahwa melalui program pendidikan yakni Sekolah Rakyat dapat menjadikan keluarga naik kelas dan mandiri karena telah melihat perkembangannya secara langsung saat menghadiri kegiatan Open House bagi orang tua dan calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 21 Surabaya.
"11 bulan masa pembelajaran sekolah rakyat tahun 2025/2026 terlewati, proses pembelajaran semakin baik, lebih disiplin, lebih percaya diri, kemudian semangat belajarnya meningkat, pertumbuhan badan dan kesehatan juga semakin bagus adalah kabar menggembirakan karena anak kita dari latar belakang berbeda beda” terangnya.
Menurut Gus Ipul, keberhasilan ini tidak terlepas dari proses adaptasi dan pendampingan intensif yang dilakukan oleh seluruh ekosistem sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asrama, wali asuh, hingga tenaga kependidikan lainnya dengan penuh empati serta paket pendidikan yang baik secara umum pembelajaran di sekolah rakyat di 166 titik telah berjalan dengan baik.
Selain itu Kementerian Sosial menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi demi menyempurnakan program ini.
”Kami terus melakukan evaluasi. Ini saat bagi kami untuk mengambil langkah-langkah perbaikan ke depan jika diperlukan, seperti penambahan guru, tenaga kependidikan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga, termasuk Universitas Negeri Surabaya (UNESA ), agar pembelajaran semakin solid,” jelas Gus Ipul.
Lebih lanjut, Gus Ipul memaparkan di Jawa Timur ada 16 titik gedung Sekolah Rakyat permanen yang beroperasi dan di 26 titik untuk sekolah rintisan. Seluruh Indonesia sekarang akan dibangun di 104 titik 16 diantaranya di berada Jawa Timur.
Untuk Pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang berada di kedung Cowek Surabaya telah rampung 90% dan mampu menampung 1000 siswa rencananya beroperasi pada bulan Juli.
“Mudah mudahan bulan Juli tahun ajaran baru ini gedung Sekolah Rakyat dapat di manfaatkan sehingga dipindahkan ke kedung cowek harapannya selasai 90 persen. Nanti bisa seribu lebih SD, SMP, SMA untuk sekolah rakyat di Kedung Cowek” pungkas Gus Ipul.(joe)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



