VOICEINDONESIA.CO, Karimun – Tragedi memilukan menimpa sebuah speedboat yang membawa empat orang pemancing di perairan Tanjung Rambut, tepat di depan Coastal Area Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Kapal tersebut terbalik setelah dihantam gelombang tinggi, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Dalam peristiwa ini, tiga orang dilaporkan selamat setelah sempat terombang-ambing di tengah laut, sementara satu korban lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari kedua.
Petaka di laut ini bermula saat empat pemancing berangkat dari Pintu Air Kolong menuju perairan Coastal Area pada Rabu (7/1/2026) malam. Namun nahas, saat cuaca mulai memburuk dan para korban berniat kembali ke daratan, mesin kapal berkapasitas 200 PK tersebut justru mengalami kerusakan fatal.
Dalam kondisi mesin mati total, speedboat tidak berdaya saat dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik. Keempat penumpang terlempar ke laut dan berusaha bertahan hidup seadanya dengan cara memeluk jerigen agar tetap terapung di tengah ganasnya ombak.
Tiga korban, yakni Misran, Reski Febrianda, dan Supriyanto, berhasil diselamatkan oleh kru KM Sempurna di perairan Pulau Pandan sebelum akhirnya dievakuasi oleh Satpolairud Polres Karimun.
Namun, satu rekan mereka bernama Zainudin sempat dinyatakan hilang dan menjadi fokus utama pencarian tim SAR gabungan selama beberapa hari.
"Ternyata speedboat-nya mati mesin, sehingga dihantam gelombang tinggi dan terbalik. Korban (Zainudin) akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada Sabtu sore sekitar pukul 15.27 WIB dalam kondisi meninggal dunia," ujar Plh. Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, M. Fatur Rachman, Minggu (11/1/2026).
Jasad Zainudin ditemukan sejauh 15 mil laut dari lokasi awal kejadian. Jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani untuk penanganan lebih lanjut.
Dengan ditemukannya korban terakhir, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup dan seluruh unsur gabungan kembali ke satuan masing-masing.
Kejadian tragis yang menimpa para pemancing di perairan Coastal Area tersebut menjadi pengingat keras betapa besarnya risiko keselamatan di laut, terutama saat cuaca ekstrem.
Pentingnya pemeriksaan mesin secara berkala menjadi pelajaran mahal agar kejadian serupa tidak terulang. Jika memungkinkan, penyediaan mesin cadangan atau alat bantu gerak manual sangat krusial untuk situasi darurat.
Meskipun menggunakan jerigen untuk terapung adalah tindakan darurat yang cerdik, penggunaan jaket pelampung tetaplah menjadi standar keselamatan utama yang tidak boleh diabaikan.
(iko)