VOICE Indonesia
Daerah

Nyaris Dijual: Remaja Minut Diselamatkan di Bandara Sam Ratulangi

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Nyaris Dijual: Remaja Minut Diselamatkan di Bandara Sam Ratulangi
Nyaris Dijual: Remaja Minut Diselamatkan di Bandara Sam Ratulangi
VOICEINDONESIA.CO, Manado – Suasana sibuk di Bandara Sam Ratulangi pada Jumat pagi, 20 Februari 2026, nyaris menjadi saksi bisu keberangkatan dua remaja menuju lubang eksploitasi yang mengerikan. Dua remaja perempuan asal Minahasa Utara, berinisial AK (17) dan MT (16), berhasil diselamatkan dari upaya pengiriman orang yang mencurigakan tepat sebelum mereka melangkah masuk ke dalam pesawat menuju Jakarta pada pukul 06.25 WITA. Penyelamatan ini merupakan buah dari kejelian aparat Unit Reskrim Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi yang bekerja sama dengan Avsec serta mitra perlindungan masyarakat . Berdasarkan pendalaman awal, terungkap fakta yang menggetarkan bahwa tiket keberangkatan kedua korban dibiayai sepenuhnya oleh seorang pria misterius di Jakarta. Selain tiket gratis, salah satu korban bahkan telah menerima uang jalan dan diperintahkan untuk langsung menuju sebuah apartemen di Jakarta Pusat untuk menemui lelaki berinisial GN, sosok yang sama sekali belum pernah mereka temui secara fisik. Rangkaian kejadian ini mengonfirmasi pola klasik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kini semakin canggih. Pelaku memanfaatkan media sosial untuk merekrut korban, menyediakan fasilitas perjalanan, dan merancang pertemuan tertutup yang berujung pada potensi eksploitasi anak di bawah umur. Saat ini, penanganan kasus telah diserahkan sepenuhnya kepada Direktorat Reserse PPO dan PPA Polda Sulawesi Utara untuk membongkar jaringan yang bermain di balik layar. Peristiwa ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat bahwa ancaman perdagangan manusia seringkali bersembunyi di balik keramahan digital dan janji manis di layar ponsel. Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, Antonius Sangkay selaku Founder Komunitas Lingkungan Peduli TPPO Sulawesi Utara melalui program Gerakan 1.000 Jaringan Lawan TPPO memberikan pernyataan tegas. Beliau menyatakan bahwa "kasus ini harus menjadi momentum kebangkitan kolektif. Melalui Program 1.000 Jaringan Lawan TPPO, komunitas akan memperluas sinergi bersama BP3MI Sulawesi Utara dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Utara untuk melakukan edukasi langsung ke masyarakat secara cepat, tepat, dan berkesinambungan." Lebih lanjut, Antonius menekankan pentingnya kewaspadaan struktural agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Ia menutup dengan penegasan bahwa “Perlindungan anak tidak boleh bergantung pada keberuntungan semata. Ia harus dibangun melalui kesadaran bersama.” Dari Sulawesi Utara, sebuah pesan kuat kini digaungkan untuk seluruh penjuru negeri: anak-anak Indonesia tidak boleh lagi menjadi korban di tanah airnya sendiri.

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Bandara Sam Ratulangi#MANADO#Peduli TPPO#sulawesi#Sulawesi Utara#tppo
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.