
Pemerintah Diminta Percepat Bangun Hunian Bagi Korban Bencana di Aceh

VOICEINDONESIA.CO, Banda Aceh – Korban banjir dan longsor di Aceh berharap pemerintah percepat pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) agar segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.
“Yang paling mendesak saat ini adalah pembangunan hunian sementara dan hunian tetap agar masyarakat yang mengungsi karena rumah rusak dan hilang mendapatkan tempat tinggal yang layak,” ujar Gubernur Aceh Muzakir Manaf di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).
Selain hunian, Muzakir juga meminta kementerian terkait dan TNI AD untuk segera membangun kembali jembatan-jembatan terputus yang menghubungkan antardesa.
Baca Juga: 14 Tahun Bekerja di Taiwan, PMI Overstay Jatuh SakitMenurutnya, infrastruktur tersebut krusial untuk memperlancar distribusi barang dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
“Ada beberapa wilayah yang untuk melintasi jembatan darurat warga harus membayar. Ini harus segera dibangun agar masyarakat yang tertimpa bencana benar-benar tidak terbebani lagi,” katanya.
Muzakir menegaskan, Pemerintah Aceh telah menetapkan status tanggap darurat dan melakukan berbagai langkah awal, mulai dari evakuasi warga, penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga pemulihan tahap awal di daerah terdampak.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Imbau Tidak Ada Konvoi di Malam Pergantian TahunNamun demikian, ia mengakui besarnya dampak dan kompleksitas bencana banjir dan longsor di Aceh memerlukan dukungan kuat dan berkelanjutan dari Pemerintah Pusat.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa besarnya dampak dan kompleksitas penanganan bencana ini membutuhkan dukungan yang kuat, terkoordinasi, dan berkelanjutan dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Ia berharap rapat koordinasi tersebut menjadi momentum strategis untuk menyatukan persepsi, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat sinergi antara DPR RI, kementerian/lembaga, BUMN, serta pemerintah daerah agar proses pemulihan berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkeadilan.
Selain itu, Muzakir juga mendorong normalisasi sungai di wilayah terdampak bencana dengan melakukan pengerukan sedimen guna mencegah banjir kembali menggenangi permukiman warga.
Menurutnya, pengerukan sedimen di muara sungai tidak hanya penting untuk pengendalian banjir, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi, khususnya bagi nelayan.
“Pengerukan sedimen di muara sungai juga akan memperlancar nelayan melaut sehingga aktivitas ekonomi masyarakat dapat terus berjalan,” pungkasnya. (af/ri)
Pilihan Redaksi: PR Sistemik: Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Harus Direformasi TotalPilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



