VOICE Indonesia
Daerah

Pertama Kali Kerja ke Luar Jawa, Warga Blitar Jadi Korban KM Virgo

Farhan Sunday Mahardika - VOICEIndonesia.coEditor: Abdulloh Hilmi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
1000027483
Suasana di rumah duka korban kapal Virgo Transport 8(Foto: Dok.Istimewa)

VOICEINDONESIA.CO, Blitar – Jarot Korban Kapal Virgo Transport 8 diketahui baru tiga kali ikut ekspedisi bersama keponakannya, Syaiful Anwar. Perjalanan terakhir itu sekaligus menjadi pengalaman pertamanya menyeberang ke luar Jawa menggunakan kapal.

Jarot merupakan salah satu korban kecelakaan KM Virgo di Perairan Laut Jawa pada 13 September lalu. Setelah proses pencarian dan identifikasi, jenazahnya akhirnya dipulangkan ke Blitar dan dimakamkan di pemakaman umum Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan

Syaiful terlihat berusaha tegar saat mengantarkan jenazah pamannya ke tempat peristirahatan terakhir. Selama proses pencarian, dia juga sempat tinggal di Banjarmasin selama sekitar tiga minggu untuk menunggu kabar keberadaan Jarot.

“Sebenarnya jenazah ditemukan sudah beberapa hari, namun yang lama ketika pencocokan DNA dari Polda Jatim. Sebelumnya saya sempat menginap di Banjarmasin tiga minggu, sambil menunggu pencarian Pak Jarot,” ujar Syaiful saat ditemui di pemakaman.

Syaiful menceritakan, saat kapal mulai miring, dia langsung berusaha mencari pamannya. Namun, Jarot ternyata sudah lebih dulu berlari menyelamatkan diri. Syaiful sendiri saat itu masih berusaha mencari pelampung.

Setelah itu, dia tidak lagi mengetahui keberadaan Jarot hingga akhirnya mendapat kabar bahwa jenazah pamannya ditemukan. Jarot kemudian berhasil diidentifikasi melalui proses pencocokan oleh petugas dan keluarga.

Salah satu ciri yang membantu proses identifikasi yakni gelang yang masih dikenakan Jarot. Selain itu, pakaian yang dikenakannya juga masih sama seperti saat berangkat bekerja.

Nasib Jarot memang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Pasalnya, perjalanan tersebut merupakan kali pertama dia menyeberang menggunakan kapal untuk mengirim barang. Sebelumnya, Jarot hanya menjadi sopir ekspedisi dengan tujuan Tulungagung dan Surabaya.

“Saya biasanya jadi sopir sendiri untuk ekspedisi. Karena Pak Jarot tidak ada kerjaan, menawarkan diri untuk ikut mengirimkan barang-barang ekspedisi,” ungkap Syaiful.

Sementara itu, kakak Jarot, Gatot Sudigdo, menerima kepastian kepulangan jenazah adiknya pada Kamis sore (1/10). Informasi tersebut disampaikan oleh tim DVI Polda Jatim setelah proses identifikasi selesai.

Sebelumnya, keluarga terus berusaha mendapatkan informasi mengenai keberadaan Jarot dengan menghubungi petugas yang terlibat dalam proses pencarian.

Gatot mengaku terakhir bertemu Jarot sekitar sebulan sebelum keberangkatannya bekerja. Menurutnya, Jarot dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang berbincang ketika berkunjung ke rumah orang tuanya di Desa Ngadri, Kecamatan Binangun.

“Pak Jarot ini meninggalkan dua anak. Satu masih kelas 2 SMP. Sedangkan satu lagi masih melanjutkan pendidikan di luar daerah,” pungkasnya.(fsm)

Ringkasan AI

Jarot, warga Blitar, menjadi korban kec

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Migrant Center Masuk Poltekkes, Siap Cetak Tenaga Kesehatan KompetenPekerja Migran Indonesia

Migrant Center Masuk Poltekkes, Siap Cetak Tenaga Kesehatan Kompeten

Afifah· 02 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.