
Polda Jatim Bekuk Komplotan Spesialis Pembobol Rumah Kosong Lintas Provinsi

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Wakil Direktur Reskrimum Polda Jatim, AKBP Umar, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari peristiwa pencurian yang terjadi pada 6 April 2026 di wilayah Porong. Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan mendalam, aparat berhasil mengidentifikasi para pelaku sebagai kelompok terorganisir yang kerap menyasar rumah dalam kondisi kosong.
“Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara, kami berhasil mengidentifikasi para pelaku yang ternyata merupakan kelompok spesialis pencurian dengan sasaran rumah kosong,” ujarnya saat konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, komplotan ini tercatat telah melakukan aksi pencurian di sedikitnya 13 lokasi berbeda yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Timur. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Madiun, Nganjuk, Malang, hingga Ngawi.
Tak hanya beroperasi di Provinsi Jawa Timur, jaringan ini juga diketahui memperluas aksinya ke sejumlah kota di Jawa Tengah, seperti Solo, Sragen, dan Surakarta.
AKBP Umar mengungkapkan, para pelaku menjalankan aksinya dengan perencanaan matang, memanfaatkan situasi lingkungan serta kelengahan pemilik rumah.
“Para pelaku ini memang memilih target rumah kosong dengan perencanaan tertentu. Mereka memanfaatkan kelengahan pemilik rumah dan kondisi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ditangkap di Karawang Setelah Pelarian ke Jawa Barat
Dalam upaya pengejaran, tim kepolisian bergerak hingga ke wilayah Jawa Barat. Setelah dilakukan pengembangan, para tersangka akhirnya berhasil dibekuk di Kabupaten Karawang.
Lima orang yang diamankan masing-masing berinisial Y, warga Sidoarjo, SWD alias K (54), MS alias S (30), G (38), serta satu pelaku lainnya berinisial H yang kini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan maupun hasil kejahatan para pelaku. Barang bukti tersebut meliputi satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam, emas seberat 75 gram, dua linggis, STNK, BPKB, serta satu unit sepeda motor.
Pengungkapan ini menjadi langkah penting aparat dalam memutus jaringan kejahatan pencurian rumah kosong yang telah meresahkan warga lintas daerah.
Polda Jatim Tegaskan Komitmen Jaga Rasa Aman Masyarakat, AKBP Umar menegaskan bahwa penanganan kasus pencurian dengan pemberatan menjadi prioritas karena berdampak langsung terhadap keamanan masyarakat.
“Tindak pidana pencurian dengan pemberatan menjadi salah satu perhatian kami karena berdampak langsung pada rasa aman masyarakat. Penanganannya tidak hanya bersifat represif, tetapi juga mengedepankan langkah preventif,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap keamanan lingkungan, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
“Sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat penting untuk menekan angka kriminalitas,” pungkasnya. (fsm)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



