VOICE Indonesia
Daerah

Polri Terjunkan Ratusan Personel, Redam Konflik di Papua Tengah dan Maluku Utara

Afifah - VOICEIndonesia.co
Polri Terjunkan Ratusan Personel, Redam Konflik di Papua Tengah dan Maluku Utara
Polri Terjunkan Ratusan Personel, Redam Konflik di Papua Tengah dan Maluku Utara
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan ratusan personel gabungan ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara guna mempertebal pengamanan menyusul eskalasi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas pecahnya konflik antarwarga di Halmahera Tengah serta gugurnya seorang personel Polri di Kabupaten Dogiyai. "Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan. Kami mengedepankan pendekatan humanis sekaligus penegakan hukum tegas terhadap para pelaku kekerasan," ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga: Sepanjang 2025, Kejari Sigi Kantongi Sejumlah Perkara Pengelolaan Dana Desa  Adapun, sebanyak 148 personel gabungan, yang terdiri dari unsur Brimob, Bareskrim, Itwasum, Divpropam, dan Intelkam (BIK), dijadwalkan bertolak menuju Nabire, Papua Tengah, pada Minggu (5/4/2026) dini hari. Sementara itu, penguatan di wilayah Maluku Utara telah mulai dilakukan sejak Sabtu pagi dengan pemberangkatan tim dari Divpropam dan Itwasum. Penebalan pasukan ini dipicu oleh dua insiden menonjol di masing-masing wilayah yaitu Maluku Utara: Konflik berdarah antarwarga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo di Halmahera Tengah. Pertikaian yang dipicu kasus pembunuhan ini mengakibatkan korban jiwa serta pembakaran rumah warga, fasilitas umum, dan tempat ibadah. Kemudian di Papua Tengah, aksi penganiayaan berat oleh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Dogiyai yang menyebabkan Bripda Juventus Edowai meninggal dunia. Baca Juga: Insiden Keracunan MBG di Jaktim, DPR Desak Izin SPPG Dicabut Permanen Wakapolri memimpin langsung pengecekan kesiapan pasukan di Mako Brimob pada Sabtu siang untuk memastikan personel siap meredam gejolak di lapangan. Selain pengiriman pasukan pemukul seperti Brimob, keterlibatan tim Itwasum dan Divpropam bertujuan untuk memastikan prosedur penanganan konflik tetap berjalan sesuai standar profesionalisme Polri. Saat ini, Polri masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menangkap pelaku pembunuhan di Halmahera Tengah maupun penyerang personel di Dogiyai. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi hoaks yang dapat memperkeruh suasana di kedua wilayah tersebut. (af/hi) Pilihan Redaksi: Reformasi Perlindungan Upah Awak Kapal Perikanan Asing Taiwan

Baca Berita Lainnya di Google News 

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#konflik di Papua#OTK#POLRI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.