Sambut 24,90 Juta Orang Masuk Jatim, Khofifah Siagakan Layanan Kesehatan dan Pastikan BBM Aman
Joko Hermanto - VOICEIndonesia.co
Sambut 24,90 Juta Orang Masuk Jatim, Khofifah Siagakan Layanan Kesehatan dan Pastikan BBM Aman
VOICEINDONESIA.CO, Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim, Jl. A. Yani No. 116 Surabaya, Senin (9/3/2026)
Rapat koordinasi itu digelar untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif dan kolaborasi lintas sektor guna menghadapi arus mudik lebaran 2026 dimana akan ada 24,90 juta masyarakat yang akan mudik ke Jawa Timur.
Dihadapan seluruh peserta rakor, Gubernur Khofifah menekankan momentum Idul fitri selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan mudik silaturahmi maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Menyambut gelombang mudik Idul Fitri 1447 H. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama untuk menjamin kenyamanan jutaan masyarakat yang akan pulang kampung ke wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.
​Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Semeru 2026 di Rupatama Polda Jatim pada Senin, 9 Maret 2026, Gubernur Khofifah memaparkan data yang cukup mencengangkan. Berdasarkan proyeksi terbaru, sebanyak 24,90 juta orang atau setara dengan 17,3 persen pemudik secara nasional diprediksi akan bergerak masuk ke wilayah Jawa Timur. Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa lonjakan mobilitas ini perlu diantisipasi secara detail karena puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2026.
Sementara itu, arus balik diprediksi akan mencapai puncaknya pada 27 Maret 2026. Angka penumpang angkutan umum sendiri diperkirakan menembus 7,7 juta orang, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya."Rapat koordinasi ini menjadi forum penting untuk menyatukan persepsi dan langkah seluruh instansi. Kita harus mengidentifikasi potensi kerawanan selama arus mudik dan balik, memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sistem pengamanan secara terpadu," ujar Gubernur Khofifah di hadapan para peserta rakor.
​Menurut orang nomor satu di Jatim tersebut, sinergi antara Pemerintah Provinsi, TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya bukan sekadar tugas rutin. Khofifah menekankan bahwa pelayanan mudik tahun ini merupakan perpaduan antara layanan publik, sosial, dan spiritual. Ia berharap semangat pengabdian ini menjadi nilai ibadah bagi seluruh petugas yang berjaga di lapangan.
​Kesiapan armada menjadi poin krusial yang disoroti. Pemprov Jatim telah menyiagakan total 6.637 armada bus, 148 rangkaian kereta api, 302 pesawat udara, serta puluhan kapal laut dan penyeberangan. Untuk mendukung kelancaran tersebut, sebanyak 8.991 personel gabungan dari berbagai unsur perhubungan telah dikerahkan guna memantau titik-titik krusial di seluruh moda transportasi.
​Selain infrastruktur, faktor eksternal seperti kondisi alam dan hari besar agama lain juga menjadi perhatian serius. Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026. Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri, terutama di jalur penyeberangan menuju Bali melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi."Hari Raya Nyepi yang jatuh bertepatan dengan prediksi puncak arus mudik harus menjadi perhatian bersama. Pada momentum tersebut, pergerakan menuju atau meninggalkan Pulau Bali akan terhenti, sehingga potensi antrean panjang di sekitar Pelabuhan Ketapang harus diantisipasi sejak dini," tegas Khofifah.
​Sebagai solusi nyata bagi masyarakat, Gubernur Khofifah memastikan program Mudik Gratis kembali digelar melalui moda bus dan kapal laut. Selain itu, pengembangan kapasitas dermaga di Pelabuhan Jangkar juga dioptimalkan untuk memecah kepadatan di jalur Ketapang-Gilimanuk, sehingga arus penyeberangan bisa lebih terurai meski di tengah masa puncak kunjungan.
​Dari sisi kesehatan, Pemprov Jatim tidak main-main dengan menyiagakan ribuan tenaga medis. Sebanyak 343 dokter, 5.172 perawat, hingga ribuan pengemudi ambulans disiapkan untuk merespons kondisi darurat. Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan Public Safety Center di nomor 119 jika membutuhkan bantuan medis cepat di perjalanan.
​Menutup arahannya, Gubernur Khofifah meminta instansi seperti BMKG, PVMBG, hingga Pertamina untuk terus memberikan informasi terkini secara komprehensif. Mulai dari pantauan cuaca, aktivitas gunung api, hingga ketersediaan stok BBM dan LPG 3 Kg di jalur mudik harus tersampaikan dengan baik kepada publik agar perjalanan masyarakat tetap aman dan terencana.(joe)
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.