
Terbukti Langgar Visa, Empat Turis Asing Diusir dari Sabang

VOICEINDONESIA.CO, Banda Aceh – VOICEINDONESIA.CO, Banda Aceh – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Aceh, melakukan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian terhadap empat warga negara asing (WNA) yang terbukti menyalahgunakan izin tinggal. Keempat WNA yang berasal dari negara berbeda tersebut resmi diusir dari wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Rabu (29/4/2026). Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Muchsin Miralza, menjelaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan hasil dari operasi pengawasan intensif di kawasan wisata Iboih, Kota Sabang.
Baca Juga: Kemenimipas Pantau Ketat Disiplin ASN Selama Kebijakan WFH
Adapun para WNA tersebut adalah AEC (laki-laki asal Inggris), SSG (perempuan asal Portugal), CRB (perempuan asal Afrika Selatan), dan JM (perempuan asal Siprus). “Tindakan tegas ini merupakan hasil dari operasi pengawasan intensif yang dilakukan di kawasan wisata Iboih, Kota Sabang,” kata Muchsin dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh. Penyalahgunaan izin tinggal ini terungkap melalui pengawasan siber dan pemantauan tertutup oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim).
Baca Juga: WNI Asal Cirebon Disekap Agen di Arab Saudi
Dari hasil pemeriksaan lapangan, petugas menemukan aktivitas yang melanggar Pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Para WNA tersebut terindikasi kuat melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan peruntukan visa yang mereka miliki.
“Sebagai konsekuensi hukum, Kantor Imigrasi Sabang mengambil langkah tegas dengan menerapkan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian,” ujar Muchsin. Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan setiap aktivitas warga asing di Sabang tetap berada dalam koridor hukum Republik Indonesia.
Muchsin berharap penindakan ini dapat memberikan efek jera bagi warga asing lainnya maupun pelaku usaha wisata di wilayah tersebut. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi merupakan harga mati dalam menjaga ketertiban wilayah. "Ini bagian dari komitmen kami dalam menjaga kedaulatan negara. Kami mengimbau seluruh WNA dan pelaku usaha wisata di Sabang untuk selalu menaati regulasi keimigrasian dan menggunakan visa sesuai peruntukannya," pungkas Muchsin Miralza. (af/hi)
Pilihan Redaksi: Negara Kalah, Sindikat TPPO Makin Berulah!
Baca Berita Lainnya di Google News
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



