
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Nelayan yang Hilang di Perairan Pantai Jodoh

VOICEIndonesia.co, Kendari - Tim SAR lakukan pencarian orang hilang di Perairan Pantai Jodoh, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Tim SAR mencari seorang nelayan bernama La Hamidu (57) yang hilang saat melaut menggunakan perahu.
Kepala Basarnas Kendari Aminuddin P.S saat dihubungi di Kendari, Kamis (15/08/2024) mengatakan bahwa hari ini merupakan operasi SAR hari ketiga terhadap satu orang yang belum kembali dari melaut dengan menggunakan perahu.
"Pada Kamis pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan melanjutkan operasi SAR," kata Aminuddin, dikutip dari ANTARA, Kamis (15/08/2024)
Dia menyebutkan bahwa pencarian tersebut dilakukan dengan membagi tim SAR gabungan menjadi dua tim yang akan menyisir perairan Pantai Jodoh, di mana tim pertama menyisir Pelabuhan Kapoa ke Tanjung Labulengke dengan menyisir sisi Pulau Kadatua bagian barat sepanjang 11 kilometer.
Baca Juga: Jokowi Terima Atlet Olimpiade Berprestasi
"Tim kedua menyisir Tanjung Lamasega hingga perairan Kaimbulawa dengan menyisir Pulau Siompu bagian selatan sepanjang enam kilometer," ujarnya.
Aminuddin mengungkapkan bahwa dalam pencarian tersebut dilakukan dalam kondisi cuaca umumnya berawan dengan kecepatan angin sekitar 2-13 kilometer per jam dari arah timur.
"Untuk tinggi gelombang sekitar 0,5-1 meter," katanya.
juga menjelaskan bahwa dalam operasi tersebut terdapat beberapa unsur yang terlibat antara lain Pos SAR Baubau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton Selatan, PMI Baubau, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Bole, masyarakat sekitar, serta pihak keluarga korban.
Baca Juga: Kemendagri Jajaki Potensi Kerja Sama dengan Pemerintah Uzbekistan
"Adapun peralatan yang digunakan yakni truk penyelamat, perahu karet, perahu, peralatan SAR medis, peralatan SAR evakuasi, peralatan komunikasi, dan peralatan pendukung keselamatan lainnya," ujarnya.
Korban dilaporkan hilang saat pergi melaut menggunakan perahu untuk memancing ikan di sekitar Pantai Jodoh hingga sejauh satu mil laut pada Jumat (9/8) sekitar pukul 05.00 WITA. Namun, hingga sore hari korban belum juga kembali, padahal kebiasaan korban sudah pulang ke rumah pada siang hari.
"Pencarian telah dilakukan hingga malam hari oleh pihak keluarga dan masyarakat sekitar menggunakan empat perahu, namun korban tak kunjungi ditemukan," kata Aminuddin.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



