
Wagub Emil Pastikan Anggaran Infrastruktur Jalan Tetap Lanjut

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjelaskan, optimalisasi proyek startegis tersebut, untuk mendukung pengembangan wilayah. Seperti tahun lalu, Pemprov berkolaborasi perbaiki drainase di Malang, hingga membantu penanganan banjir di Gresik.
"Meskipun bukan melalui pembangunan danau retensi, melainkan membantu normalisasi dan optimalisasi kapasitas sungai yang terhubung dengan sistem Kali Lamong, yang selama ini kerap menyebabkan banjir dan berdampak luas kepada masyarakat," ujar dia, Selasa (7/72026).
Berikutnya adalah perbaikan jalan di ruas menuju Bandara Kediri yang mengalami kerusakan akibat lalu lintas material pembangunan bandara. Hal serupa juga terjadi pada ruas jalan yang digunakan sebagai jalur angkutan material menuju Bendungan Semantok di Nganjuk.
"Yang kini telah berubah status menjadi jalan provinsi," tuturnya.
Saat ini terdapat tambahan sekitar 250 kilometer jalan yang sebelumnya merupakan jalan kabupaten/kota maupun jalan nasional dan kini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Kondisi jalan-jalan yang baru menjadi aset provinsi tersebut tidak sebaik sekitar 1.400 kilometer jalan provinsi yang telah dikelola sebelumnya.
"Karena itu, kami melakukan pembenahan secara bertahap. Minimal, apabila lebarnya belum memenuhi standar jalan provinsi, kondisinya harus tetap baik," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jatim tidak serta-merta merekonstruksi seluruh ruas jalan, tetapi skala prioritas. Di Jember misalnya, kondisi jalan memang lebih berat sehingga dilakukan rekonstruksi dengan dukungan pendanaan nonpemerintah yang disepakati secara terbuka bersama masyarakat.
"Sementara di daerah lain diterapkan metode minor reconstruction, karena masyarakat tentu tidak ingin hanya sekadar penambalan. Kami ingin penanganan jalan dilakukan lebih sistematis agar lebih nyaman dilalui," katanya.
Untuk di Jember sendiri, pekerjaan sudah berjalan. Emil mengatakan, panjang ruas yang harus ditangani cukup besar sehingga belum semuanya dapat tercover. Rekonstruksi dilakukan secara berkelanjutan, dimana jalan yang berlubang tidak hanya ditambal (patching), tetapi dibongkar dan diperbaiki lebih menyeluruh.
"Itulah yang kami sebut sebagai rekonstruksi parsial atau minor reconstruction," tandasnya.(joe)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



