VOICE Indonesia
Daerah

Pemkot Surabaya Evaluasi Kericuhan Konser di Kawasan Eks Hi-Tech Mall

Joko Hermanto - VOICEIndonesia.co
1297521.webp
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai hadiri Rapat Paripurna DPRD Surabaya, Senin, 6 Juli 2026(Foto: Dok Joko Hermanto/VOICEINDONESIA)

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan seluruh korban dalam insiden kericuhan saat konser di kawasan eks Hi-Tech Mall telah mendapatkan penanganan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Dari 12 korban yang sempat dirawat di RSUD Soewandhie, dua orang mengalami patah tulang dan harus menjalani operasi, sementara korban lainnya telah diperbolehkan pulang.

"Yang pasti, dari laporan teman-teman RSUD Soewandhie, ada 12 orang yang masuk ke rumah sakit. Sebagian besar langsung pulang malam itu juga, dan ada yang pulang pagi ini. Jadi semuanya sudah pulang. Hanya ada dua orang yang mengalami patah tulang dan memerlukan operasi," kata Eri, usai hadiri Rapat Paripurna, Senin (6/7/2026).

Eri mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi kericuhan tersebut karena tidak berada di lokasi saat kejadian. Saat itu dirinya tengah mendampingi kegiatan kementerian hingga dini hari, sehingga masih akan meminta laporan lengkap dari Wakil Wali Kota Surabaya serta anggota DPRD yang berada di lokasi.

"Semalam saya tidak hadir di sana karena mendampingi kementerian sampai tadi pagi. Nanti saya tanyakan kejadiannya seperti apa," ujarnya.

Menurutnya, evaluasi terhadap penyelenggaraan konser tetap akan dilakukan untuk mengetahui penyebab membludaknya pengunjung.

Pemkot juga akan mengevaluasi apakah banyaknya penonton dari luar Surabaya turut menjadi salah satu faktor yang memicu kericuhan.

"Evaluasi tetap akan kita lakukan. Nanti kita lihat juga apakah memang banyak pengunjung dari luar Surabaya," ucapnya.

Ia menepis anggapan bahwa status konser yang digelar secara gratis menjadi penyebab utama terjadinya insiden tersebut.

Sebab, menurutnya berbagai kegiatan serupa yang pernah digelar Pemkot juga tidak dipungut biaya dan telah menerapkan mekanisme pembagian gelang bagi warga Surabaya.

"Tidak juga. Kegiatan-kegiatan seperti itu memang biasanya gratis. Sebelumnya juga sudah disiapkan sistem gelang untuk warga Surabaya yang datang. Tapi kemarin katanya sampai membludak. Makanya saya akan tanyakan kepada teman-teman yang ada di lapangan sebenarnya apa yang menjadi penyebab kejadian tersebut," tuturnya.

Eri juga memastikan dua korban yang mengalami luka berat akan ditanggung penanganannya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠"Yang mengalami patah tulang ada dua orang dan semuanya sudah dibantu oleh Pemerintah Kota Surabaya. Operasinya juga kita tangani," tegasnya.(joe)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.