
Pemkot Surabaya Evaluasi Kericuhan Konser di Kawasan Eks Hi-Tech Mall

VOICEINDONESIA.CO, Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan seluruh korban dalam insiden kericuhan saat konser di kawasan eks Hi-Tech Mall telah mendapatkan penanganan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Dari 12 korban yang sempat dirawat di RSUD Soewandhie, dua orang mengalami patah tulang dan harus menjalani operasi, sementara korban lainnya telah diperbolehkan pulang.
"Yang pasti, dari laporan teman-teman RSUD Soewandhie, ada 12 orang yang masuk ke rumah sakit. Sebagian besar langsung pulang malam itu juga, dan ada yang pulang pagi ini. Jadi semuanya sudah pulang. Hanya ada dua orang yang mengalami patah tulang dan memerlukan operasi," kata Eri, usai hadiri Rapat Paripurna, Senin (6/7/2026).
Eri mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi kericuhan tersebut karena tidak berada di lokasi saat kejadian. Saat itu dirinya tengah mendampingi kegiatan kementerian hingga dini hari, sehingga masih akan meminta laporan lengkap dari Wakil Wali Kota Surabaya serta anggota DPRD yang berada di lokasi.
"Semalam saya tidak hadir di sana karena mendampingi kementerian sampai tadi pagi. Nanti saya tanyakan kejadiannya seperti apa," ujarnya.
Menurutnya, evaluasi terhadap penyelenggaraan konser tetap akan dilakukan untuk mengetahui penyebab membludaknya pengunjung.
Pemkot juga akan mengevaluasi apakah banyaknya penonton dari luar Surabaya turut menjadi salah satu faktor yang memicu kericuhan.
"Evaluasi tetap akan kita lakukan. Nanti kita lihat juga apakah memang banyak pengunjung dari luar Surabaya," ucapnya.
Ia menepis anggapan bahwa status konser yang digelar secara gratis menjadi penyebab utama terjadinya insiden tersebut.
Sebab, menurutnya berbagai kegiatan serupa yang pernah digelar Pemkot juga tidak dipungut biaya dan telah menerapkan mekanisme pembagian gelang bagi warga Surabaya.
"Tidak juga. Kegiatan-kegiatan seperti itu memang biasanya gratis. Sebelumnya juga sudah disiapkan sistem gelang untuk warga Surabaya yang datang. Tapi kemarin katanya sampai membludak. Makanya saya akan tanyakan kepada teman-teman yang ada di lapangan sebenarnya apa yang menjadi penyebab kejadian tersebut," tuturnya.
Eri juga memastikan dua korban yang mengalami luka berat akan ditanggung penanganannya oleh Pemerintah Kota Surabaya.
"Yang mengalami patah tulang ada dua orang dan semuanya sudah dibantu oleh Pemerintah Kota Surabaya. Operasinya juga kita tangani," tegasnya.(joe)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



