
Wali Kota Yogyakarta Jamin Pendidikan Gratis Bagi Warga Difabel

VOICEINDONESIA.CO, Yogyakarta - Komitmen kuat untuk memberikan akses pendidikan yang inklusif ditunjukkan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melalui jaminan pendidikan gratis bagi seluruh penyandang difabel di kota tersebut.
"Saya ingin memastikan tidak ada lagi intimidasi terhadap kegiatan keagamaan, dan seluruh warga, termasuk penghayat kepercayaan dan penyandang disabilitas punya ruang yang sama," ujar Hasto dalam forum dialog publik di Fisipol UGM, Selasa (13/5/2025).
Kebijakan inklusif ini menjadi bagian dari visi pembangunan Kota Yogyakarta yang berfokus pada kesetaraan dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Hasto telah menginstruksikan Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan pendataan komprehensif guna memastikan seluruh anak difabel mendapatkan akses pendidikan tanpa hambatan.
📖 Baca Juga ↗Menkes RI Sambut ‘Pasukan Putih’ Pemprov Jakarta, Apa Itu?"Saya sudah meminta Dinas Pendidikan untuk melakukan survei dan memastikan seluruh anak difabel mendapatkan akses pendidikan secara gratis," tegas Hasto dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu (14/5/2025).
Forum dialog publik yang diselenggarakan di Fisipol UGM melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas, buruh informal, aktivis lingkungan, penggiat pendidikan, hingga akademisi.
Selain pendidikan inklusif, Hasto juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja informal dan peningkatan kapasitas tenaga kerja di Yogyakarta. Menurutnya, program pelatihan akan terus digiatkan agar Yogyakarta menjadi pusat referensi di bidang ketenagakerjaan.
📖 Baca Juga ↗Pengusaha Dorong Penguatan Pengawasan Dibanding Hapus Outsourcing"Kita masih didominasi oleh tenaga kerja dengan low dan medium skill. Maka program pelatihan peningkatan kapasitas terus digencarkan agar Yogyakarta menjadi 'center of reference' di bidang ketenagakerjaan," jelasnya.
Hasto memandang kompleksitas yang dimiliki Kota Yogyakarta bukan sebagai penghambat, melainkan pendorong pertumbuhan ekonomi dan kebahagiaan warganya. "Yang menggerakkan kota adalah kompleksitasnya. Yang penting 'service excellence' tetap berjalan. Kalau kompleksitas bertambah, ekonomi akan tumbuh. Bukan hanya 'welfare' (kesejahteraan), tapi sudah sampai pada tahap 'happiness' (kebahagiaan)," ungkapnya.
Komitmen Yogyakarta ini menjadi contoh nyata implementasi kebijakan inklusif yang mengedepankan prinsip kesetaraan dan keadilan sosial dalam tatanan pemerintahan daerah.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



