VOICE Indonesia
Ekonomi

Pemerintah Harus Waspada Subsidi BBM Jebol Akibat Perang Iran - Amerika

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Pemerintah Harus Waspada Subsidi BBM Jebol Akibat Perang Iran - Amerika
Pemerintah Harus Waspada Subsidi BBM Jebol Akibat Perang Iran - Amerika
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Anggaran subsidi BBM Indonesia berpotensi jebol akibat eskalasi konflik AS-Iran yang mendorong harga minyak mentah dunia melonjak drastis. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies Nailul Huda memproyeksikan harga minyak global bisa menyentuh USD120 per barel, sama seperti saat Rusia menginvasi Ukraina. Nailul mengungkapkan per Selasa (3/3/2026), harga minyak sudah menyentuh USD82 per barel dari yang sebelumnya sempat berada di USD65 per barel di awal Februari. Kenaikan ini dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik Iran berpotensi meluas pada penutupan jalur minyak di Selat Hormuz dan keterlibatan Houthi yang membuat situasi di Laut Merah semakin panas. Penutupan Selat Hormuz akan mengurangi pasokan minyak secara signifikan mengingat 30 persen perdagangan minyak mentah dunia melewati selat tersebut. "Yang pasti adalah kenaikan harga minyak akan cukup signifikan. Per hari ini, harga minyak sudah menyentuh angka USD82 per barel dari yang sebelumnya sempat menyentuh angka USD65 per barel di awal bulan Februari," kata Nailul kepada Voiceindonesia.co, Selasa (3/3/2026). Nailul menilai apa yang dilakukan AS sama saja seperti yang dilakukan Rusia ke Ukraina yang menyebabkan gejolak global. Ditambah lagi, ada informasi Houthi akan masuk dalam perang ini yang membuat panas Laut Merah dan mengganggu jalur perdagangan internasional.

Baca Juga : Konflik Iran–AS Memanas, Densus 88 Awasi 13.252 Target di Indonesia Gejolak di Bab El-Mandab akan mengganggu arus perdagangan global yang melewati Mesir. Harga barang secara global akan meningkat karena blokade akses ke Mesir dan membuat kapal harus memutari Afrika, yang berdampak pada kenaikan biaya logistik dan asuransi. "Bisa jadi, harga minyak global akan menyentuh di angka USD120 per barel sama seperti ketika Rusia melakukan invasi ke Ukraina," tegasnya. Kenaikan harga minyak mentah dan barang impor akan membengkakkan beban subsidi pemerintah terutama untuk BBM. Anggaran negara berpotensi jebol apabila tidak ada realokasi anggaran ke subsidi BBM, sementara mengandalkan penerimaan negara akan percuma ketika ekonomi global semakin tidak menentu. Nailul menambahkan mengandalkan utang baru pun susah karena ada laporan dari Moody's dan terbaru S&P yang mengatakan kondisi pengelolaan fiskal Indonesia buruk. Hal ini mempersulit ruang gerak pemerintah untuk menutupi defisit akibat membengkaknya subsidi energi. "Anggaran kita akan jebol apabila tidak ada realokasi anggaran ke subsidi BBM. Mengandalkan penerimaan negara pun akan percuma ketika ekonomi global semakin tidak menentu," katanya. Baca Juga : Bandara Ditutup, Ribuan Turis Terjebak di UEA Termasuk 36 WNI Bagi pengusaha, Nailul mengimbau untuk melakukan efisiensi guna menekan biaya perjalanan. Akan ada kenaikan harga freight karena biaya bensin membengkak, sementara biaya asuransi juga akan naik akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Bagi perusahaan yang bermain di ekspor-impor, kenaikan ini akan memberikan beban lebih kepada mereka. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan buruk bagi pelaku usaha domestik yang berorientasi ekspor-impor. "Bagi perusahaan yang bermain di ekspor-impor, maka kenaikan ini akan memberikan beban lebih kepada mereka. Jika tidak dimanage dengan baik, dampaknya akan buruk ke pelaku usaha domestik yang berorientasi ekspor-impor," katanya. Harga impor akan naik dan bisa menyebabkan imported inflation yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Kondisi ini diperparah dengan kondisi fiskal yang dinilai buruk oleh lembaga pemeringkat internasional. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#direktur ekonomi celios#Konflik Iran-AS#Subsidi BBM
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.