Ekonomi

Purbaya Klaim Kenaikan Pertamax Tak Berdampak Besar ke Inflasi

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co10 Juni 2026 pukul 18.55 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak berbicara menggunakan mikrofon dalam sebuah pertemuan resmi. Mengenakan jas biru dengan dasi bermotif, ia duduk di antara sejumlah peserta rapat sambil mem
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampak berbicara menggunakan mikrofon dalam sebuah pertemuan resmi. Mengenakan jas biru dengan dasi bermotif, ia duduk di antara sejumlah peserta rapat sambil mem
Iklan
Temukan lebih banyak
Peta
Referensi Geografis
Panduan Kota & Daerah

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026) tidak akan berdampak besar terhadap inflasi. Ia beralasan Pertamax tidak digunakan untuk angkutan barang maupun angkutan umum sehingga tidak berpengaruh langsung pada harga kebutuhan masyarakat.

PanduanKota & Daerah

"Harusnya relatif minim kan, karena Pertamax nggak dipakai buat angkutan barang dan angkutan umum," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Iklan
Temukan lebih banyak
Kamus & Ensiklopedia
Berita
Opini & Komentar

Purbaya enggan berkomentar lebih lanjut soal mekanisme kuota BBM bersubsidi dan menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia tidak menjelaskan lebih detail soal potensi dampak kenaikan harga tersebut terhadap daya beli masyarakat.

Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengumumkan harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau naik hampir Rp4.000 per liter. Pertamax Green 95 (RON 95) juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun menjelaskan kenaikan harga dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah dan mengacu pada formula perhitungan yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia.

"Penyesuaian itu dikarenakan kita mengikuti mekanisme harga pasar internasional dan sudah mengacu kepada formula perhitungan yang dikoordinasikan dengan regulator," kata Roberth saat ditemui di Badung, Bali.

Roberth juga meminta masyarakat mampu segera beralih dari BBM bersubsidi ke nonsubsidi agar alokasi Pertalite tepat sasaran bagi yang benar-benar membutuhkan. BBM subsidi diperuntukkan bagi kendaraan layanan umum, kendaraan roda dua, dan masyarakat menengah ke bawah.

"Supaya mereka yang lebih mampu menggunakan BBM nonsubsidi, tidak mengambil hak masyarakat yang notabene lebih membutuhkan BBM bersubsidi," ujarnya.

Harga BBM nonsubsidi lainnya tidak ikut naik. Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter. Sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Iklan

Pilihan Redaksi

Empat Personel TNI Hadapi Vonis Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie YunusNasional

Empat Personel TNI Hadapi Vonis Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Sintia Nur Afifah·10 June 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#Ekonomi

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Ekonomi

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->