
AS Beri Peringatan ke Iran Usai Harga BBM Domestik Melonjak

VOICEINDONESIA.CO, Washington – Harga bensin di Amerika Serikat kini mencapai 4,53 dolar AS atau sekitar Rp79.600 per galon, melonjak akibat ketegangan di Selat Hormuz. Namun alih-alih memberi tekanan pada Washington, Iran justru mendapat peringatan keras dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
Rubio menegaskan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tidak akan membuat AS melunak dalam perundingan dengan Teheran, apalagi sampai menerima kesepakatan yang merugikan pihak Amerika.
"Jika Iran berpikir mereka bisa memanfaatkan politik domestik kami untuk menekan Presiden agar menerima kesepakatan yang buruk, itu tidak akan terjadi," tegas Rubio kepada NBC News, dilansir Antara, Jumat (15/5/2026).
Konflik AS-Iran yang pecah sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari telah mengguncang lalu lintas di Selat Hormuz dan memicu kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
Gencatan senjata dua minggu yang diumumkan 7 April sempat membuka harapan damai, namun pembicaraan di Islamabad berakhir tanpa hasil. Trump kemudian memperpanjang penghentian permusuhan sambil menunggu Iran mengajukan proposal terpadu.
Di tengah tekanan domestik soal harga bensin, Rubio justru balik meyakinkan publik AS bahwa pemerintah telah mengambil langkah luar biasa menjaga harga bahan bakar tetap lebih rendah dibanding banyak negara lain.
"Kami telah mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menjaga harga bensin tetap lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lain di dunia, dan harganya akan terus turun," pungkas Rubio.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



