
BPS: Seluruh Sektor Alami Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, seluruh sektor mengalami peningkatan penyerapan tenaga kerja selama Februari 2022 hingga Februari 2023.
“Artinya, setiap sektor punya kekuatan masing-masing untuk menyerap tenaga kerja bila dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud di Jakarta, Jumat.
Berdasarkan data BPS, penyerapan tenaga kerja tertinggi terjadi pada sektor akomodasi dan makan minum serta aktivitas jasa lainnya yang masing-masing menyerap 0,51 juta orang secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dengan demikian, porsi pekerja pada sektor akomodasi dan makan minum tercatat sebesar 7,32 persen. Sementara porsi sektor aktivitas jasa lainnya sebanyak 4,62 persen.
Edy menjelaskan aktivitas jasa lainnya mencakup aktivitas kesenian, hiburan, rekreasi, hingga konsumsi barang dan jasa.
Menurut Edy, peningkatan pada subsektor tersebut terjadi seiring dengan pulihnya kegiatan pariwisata dan rumah tangga pemberi kerja.
Sementara itu, dari segi distribusi penduduk bekerja, sebaran tertinggi terjadi pada sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.
Sektor pertanian mendominasi distribusi penduduk bekerja sebesar 29,36 persen dengan penambahan jumlah pekerja sebanyak 0,05 juta orang.
Sektor perdagangan memiliki porsi sebesar 18,93 persen dengan jumlah penambahan pekerja sebanyak 0,44 juta orang. Sedangkan industri pengolahan andil sebesar 13,58 persen dengan jumlah penambahan sebanyak 0,16 juta pekerja.
Perubahan terkecil terjadi pada sektor pengelolaan air, sampah, dan daur ulang yang bertambah sebesar 0,04 juta orang serta real estat yang bertambah 0,03 juta orang.
Secara menyeluruh, BPS mendata penambahan jumlah serapan tenaga kerja sebanyak 3,02 juta orang selama Februari 2022 hingga Februari 2023. Dengan demikian, jumlah penduduk yang bekerja per Februari 2023 tercatat sebanyak 138,63 juta orang.
Jumlah tersebut terdiri dari pekerja penuh waktu sebanyak 92,16 juta orang, pekerja paruh waktu 36,88 juta orang, dan setengah pengangguran 9,59 juta orang.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



