VOICE Indonesia
Ekonomi

Bukan Kekurangan Stok, Badai El Nino Jadi Biang Kerok Antrean BBM di Sejumlah Wilayah

Redaksi VOICE - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di sebuah SPBU Pertamina.
Antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di sebuah SPBU Pertamina.(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi yang aman, sehingga masyarakat tak perlu khawatir terjadi kelangkaan.

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Laode menyebut antrean BBM yang mengular di sejumlah kawasan bukanlah disebabkan kelangkaan stok, melainkan karena faktor cuaca yang berdampak pada pengalihan jalur distribusi. "Ketahanan stok 18-20 hari itu tetap ada. Jadi kalaupun kemudian terjadi antrean, lebih disebabkan bukan karena ketahanan stok, tapi karena salah satunya misalnya adalah kondisi El Nino," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman, Senin (5/10).

Menurut dia El Nino membuat sejumlah ruas sungai mengalami kekeringan. Hal tersebut berakibat pada pengalihan jalur distribusi ke darat menggunakan truk tangki yang kapasitasnya tak sebesar jika disalurkan melalui sungai. Tak hanya itu, pengalihan jalur distribusi juga secara langsung berdampak pada pengiriman BBM ke daerah-daerah menjadi lebih lama dibanding jalur sungai. Hal tersebut, jelas Laode, berdampak pada antrean di sejumlah kawasan karena SPBU butuh waktu yang lebih lama untuk stok BBM baru.

"Kondisi El Nino ini menyebabkan proses pengiriman dan distribusi yang contohnya misalnya lewat sungai, sungainya kering, lalu dikirim pakai truk, dan truknya ini kapasitasnya tidak sebesar kalau kita mengirimkan dengan menggunakan kapal-kapal di sungai. Itu salah satu contoh kenapa terjadi antrean," kata dia. Di lain sisi, Laode menegaskan stok BBM sampai saat ini berada dalam kondisi aman.

Pemerintah, lanjutnya, juga terus berkoordinasi dengan pemda dan PT Pertamina untuk memitigasi kondisi-kondisi darurat yang terjadi. "Dari sisi ketahanan stok, 18 sampai 20 hari selalu tersedia dan kami juga selalu bekerjasama dengan pemda dalam rangka memitigasi kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan," tegas Laode.

Salah satu sungai yang kering akibat El Nino ialah Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Kekeringan itu berdampak pada antrean BBM di Kabupaten Sintang dan wilayah sekitarnya.

Ringkasan AI

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi yang aman, sehingga masyarakat tak perlu khawatir terjadi kelangkaan. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Laode menyebut antrean BBM yang mengular di sejumlah kawasan bukanlah disebabkan kelangkaan stok, melainkan karena faktor cuaca yang berdampak pada pengalihan jalur distribusi.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNINasional

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI

M. Rizki· 05 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.