VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Di tengah berbagai program prioritas pemerintah yang membutuhkan anggaran besar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap terkendali dan setiap kebijakan Presiden Prabowo sudah melalui mekanisme pembahasan yang mempertimbangkan kemampuan keuangan negara.
Purbaya menegaskan defisit APBN dijaga ketat agar tidak melampaui batas maksimal 3 persen terhadap PDB.
"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen. Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih berada dalam kategori yang pruden," kata Purbaya, Jumat (3/7/2026).
Soal program-program besar seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih yang belakangan mendapat sorotan, Purbaya mengakui setiap program baru memiliki tantangan di tahap awal namun menegaskan evaluasi terus berjalan.
"Pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Yang terpenting adalah setiap kelemahan segera diperbaiki dan pengawasannya diperkuat," ujar Purbaya.
Di sisi lain, Purbaya juga menegaskan reformasi internal Kemenkeu terus diperkuat khususnya dalam pemberantasan penyimpangan di sektor perpajakan dan kepabeanan, menyusul sejumlah kasus korupsi yang menjerat pejabat kedua direktorat tersebut sepanjang 2026.
"Penyelewengan pasti ada risikonya di setiap organisasi. Yang terpenting adalah mengendalikannya, menindak pelakunya, dan terus memperbaiki sistem agar semakin bersih," tuturnya.



























