VOICE Indonesia
Ekonomi

Gara-gara Serangan Amerika, Iran Rugi US$ 270 Miliar

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Gara-gara Serangan Amerika, Iran Rugi US$ 270 Miliar
Gara-gara Serangan Amerika, Iran Rugi US$ 270 Miliar
VOICEINDONESIA.CO, Istanbul – Dampak serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran ditaksir menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar, mencapai sekitar 270 miliar dolar AS atau setara Rp4,6 kuadriliun. Estimasi tersebut masih bersifat awal dan menjadi bagian dari perhitungan yang terus dikembangkan oleh pemerintah Iran seiring proses pendataan kerusakan yang masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak. Pemerintah Iran menyebut nilai kerugian tersebut tidak hanya mencakup infrastruktur, tetapi juga dampak luas terhadap fasilitas publik dan sektor ekonomi lainnya akibat eskalasi konflik yang terjadi sejak akhir Februari lalu. Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menyampaikan bahwa isu kompensasi atas kerusakan perang kini menjadi salah satu fokus utama dalam agenda perundingan dengan pihak Amerika Serikat. “Salah satu isu yang terus dikejar oleh tim perunding kami adalah soal ganti rugi akibat perang,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip dari Kantor Berita Rusia RIA Novosti, Selasa (14/4/2026). Ia menegaskan bahwa angka kerugian yang disampaikan saat ini masih dalam tahap kalkulasi awal dan belum mencerminkan total kerusakan secara keseluruhan. “Kerusakan-kerusakan itu biasanya perlu diperiksa dalam beberapa lapis,” kata Mohajerani.

Baca Juga : Rupiah Tertekan Isu Blokade Hormuz AS Konflik di kawasan Teluk memanas setelah serangan militer dilancarkan oleh AS dan Israel ke sejumlah titik strategis di Iran, yang mengakibatkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan fasilitas sipil. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dengan menargetkan wilayah Israel, Irak, Yordania, hingga negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Situasi sempat mereda setelah disepakatinya gencatan senjata selama dua pekan, meskipun ketegangan masih terasa di berbagai titik strategis kawasan. Di tengah situasi tersebut, perundingan antara delegasi Iran dan AS yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, selama lebih dari 20 jam belum menghasilkan kesepakatan konkret. Kondisi ini membuat peluang penyelesaian konflik secara diplomatik masih menghadapi tantangan, termasuk dalam pembahasan kompensasi kerugian perang yang kini menjadi salah satu isu krusial. Pemerintah Iran menyatakan akan terus mendorong agar tuntutan ganti rugi masuk dalam agenda negosiasi lanjutan, seiring dengan upaya memulihkan kondisi domestik pascakonflik. Sementara itu, perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah masih terus dipantau oleh berbagai pihak, mengingat dampaknya yang tidak hanya bersifat regional tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi global. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Berhenti Memanjakan “Scammer”, Saatnya Indonesia Meniru Ketegasan Korea Selatan

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#Iran#kerugian ekonomi#Konflik AS-Iran
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.