VOICE Indonesia
Ekonomi

Inflasi Februari 2026 Capai 0,68 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Inflasi Februari 2026 Capai 0,68 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
Inflasi Februari 2026 Capai 0,68 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan pada Februari 2026, setelah sebelumnya terjadi deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama kenaikan harga bulan lalu. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono mengungkapkan kelompok pengeluaran tersebut mencatatkan inflasi sebesar 1,54 persen dengan komoditas pendorong meliputi daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, cabai merah, tomat, beras, dan telur ayam ras. Komponen bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 2,50 persen dan menyumbangkan andil inflasi 0,41 persen. Daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah menjadi komoditas utama yang berkontribusi terhadap lonjakan harga pada komponen ini. "Penyumbang utama inflasi Februari 2026 secara month-to-month adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau," ujar Ateng di Jakarta, Senin (2/3/2026). Komponen inti turut mendorong inflasi dengan mencatatkan kenaikan bulanan sebesar 0,42 persen dan memberikan andil mencapai 0,27 persen. Komoditas pendorong utama pada komponen inti meliputi emas perhiasan, minyak goreng, mobil, dan nasi dengan lauk yang mengalami kenaikan harga signifikan.

Baca Juga : Beras Jadi Peredam Inflasi November 2025, BPS: Terjadi Deflasi di 28 Provinsi Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberikan andil inflasi cukup besar pada Februari 2026, yakni sebesar 0,19 persen dengan tingkat inflasi sebesar 2,55 persen. Emas perhiasan menjadi komoditas penyumbang utama pada kelompok ini. "Dengan andil inflasi 0,45 persen," tambahnya. Di sisi lain, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,11 persen dengan andil deflasi 0,01 persen pada Februari 2026. Komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami deflasi sebesar 0,03 persen, meski secara agregat tidak memberikan andil signifikan karena nilainya mendekati nol persen. Bensin menjadi komoditas dominan yang memberikan tekanan deflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah. Namun deflasi pada komponen ini tidak cukup kuat untuk mengimbangi tekanan inflasi dari kelompok makanan dan komponen bergejolak yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi bulan lalu. (Sin/Ah) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#BPS#Harga Pangan#Inflasi
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.