Kementerian PU Gelontorkan Rp118 Triliun Perkuat Irigasi Pertanian dan Konektivitas
Abdulloh Hilmi - VOICEIndonesia.co
Kementerian PU Gelontorkan Rp118 Triliun Perkuat Irigasi Pertanian dan Konektivitas
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memastikan penguatan jaringan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah menjadi prioritas utama dalam pagu anggaran Kementerian PU Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp118,50 triliun. Kedua program tersebut ditujukan untuk memperkuat fondasi ketahanan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami memastikan bahwa penguatan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah tetap menjadi prioritas utama. Seluruh komitmen awal akan kami penuhi melalui optimalisasi anggaran serta penguatan pelaksanaan di lapangan,” kata Dody saat Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Jakarta, Rabu (4/1/2026).
Di tahun 2026, Kementerian PU berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional dan konektivitas antarwilayah melalui penguatan jaringan irigasi serta peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan. Di bidang Sumber Daya Air (SDA), dialokasikan anggaran sebesar Rp34,74 triliun yang diprioritaskan untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan pertanian melalui pembangunan dan keberlanjutan sistem irigasi.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan jaringan irigasi baru seluas 15.905 hektar serta rehabilitasi jaringan irigasi eksisting seluas 97.430 hektar guna menjamin keberlanjutan suplai air ke lahan pertanian.
Selain itu, dilakukan pengendalian banjir sepanjang 82 km, pengamanan pantai sepanjang 8 km, penyediaan air baku berkapasitas 500 liter per detik, pengembangan air tanah dan embung di sekitar 800 titik, serta pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di 12.000 lokasi.
Untuk mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan logistik nasional, Kementerian PU juga memperkuat konektivitas wilayah. Di bidang jalan dan jembatan, dialokasikan anggaran sebesar Rp45,62 triliun yang difokuskan pada pembukaan akses dan peningkatan kualitas jaringan transportasi.
Program tersebut meliputi pembangunan jalan baru sepanjang 158 km, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 1.571 km, pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 2,2 km, preservasi jembatan 93,8 km, serta penggantian jembatan sepanjang 2,1 km. Selain itu, dibangun 105 unit jembatan gantung, flyover dan underpass sepanjang 262 meter, serta kelanjutan pembangunan jalan tol sepanjang 35,72 km.
Preservasi rutin jalan nasional sepanjang 46.000 km dan jembatan 472 km juga tetap menjadi prioritas, termasuk penanganan jalan daerah melalui pembangunan dan preservasi jalan sepanjang 50 km serta jembatan sepanjang 305 meter. Peningkatan konektivitas ini diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dari sentra produksi ke pasar serta meningkatkan daya saing wilayah.
Sementara itu, pada bidang Cipta Karya, Kementerian PU mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 triliun untuk memperkuat infrastruktur dasar. Program yang dilaksanakan antara lain pembangunan dan peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 800 liter per detik, perluasan layanan SPAM untuk 59.490 sambungan rumah, pengelolaan air limbah bagi 63.200 kepala keluarga, serta pengelolaan persampahan sebesar 402 ton per hari. Selain itu, dilakukan pengembangan kawasan strategis seluas 157 hektar, pembangunan gedung seluas 39.799 meter persegi, serta penguatan infrastruktur berbasis masyarakat.
Adapun bidang Prasarana Strategis memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp24,11 triliun untuk mendukung penguatan sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi wilayah. Program tersebut meliputi revitalisasi 1.000 unit sekolah keagamaan, pembangunan 100 unit sekolah rakyat, serta pembangunan dan rehabilitasi 41 unit sekolah dasar dan menengah.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.