
Menaker Dorong TKM Ciptakan Lapangan Kerja

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan akan terus memfasilitasi peningkatan kompetensi para tenaga kerja mandiri (TKM), agar memiliki daya juang tangguh, berdaya saing serta mampu menjadi penyedia lapangan kerja secara berkelanjutan.
Hal tersebut dia sampaikan ketika membuka gelaran Festival Tenaga Kerja Mandiri yang berlangsung 11-12 Maret lalu di Lapangan Banteng, Jakarta.
"Kita semua diharapkan mampu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang baik. Ini tanggung jawab yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, dan yakinlah kontribusi kecil kita ini akan memberikan dampak luar biasa bagi pengembangan TKM," ujarnya Menaker Ida Fauziyah, dalam keterangan resmi yang dikutip pada Senin (13/3/2023).
Pihaknya terus melakukan dialog sosial dengan para pengusaha agar ketersediaan lowongan kerja di sektor formal tetap stabil dan inklusif.
Sedangkan pada sektor informal, pihaknya telah melakukan langkah dalam bentuk stimulan pemberian bantuan usaha bagi kelompok tenaga kerja mandiri, termasuk Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM).
Baca juga : Manajemen : Kebocoran Data Bukan Berasal dari BPJS Ketenagakerjaan
Lebih lanjut, menurutnya, dalam menciptakan wirausaha yang dapat menyerap tenaga kerja secara masif, produktif dan berkelanjutan, dan program tenaga kerja mandiri, perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak.
"Kita semua memiliki peran penting dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia melalui penciptaan usaha yang memberikan kontribusi ekonomi bagi diri sendiri, masyarakat, bahkan skala nasional," ujarnya.
Sebelumnya, Kemnaker telah menyiapkan program perluasan kesempatan kerja tenaga kerja mandiri yang nantinya akan disiapkan untuk kebutuhan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Hal itu disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa di acara TKM Expo Batang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
Caswiyono mengatakan, seiring peningkatan investasi yang masuk di Indonesia saat ini masih didominasi oleh investasi pada sektor formal yakni industri padat modal dan padat teknologi.
Hal ini yang menjadikan tantangan masih minimnya penyerapan angkatan kerja lokal dengan kebutuhan kawasan industri mengingat keterbatasan keterampilan dan sertifikasi yang dimiliki. Octareno
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



