
Menaker: Perlu Kerja Keras Hadapi Ketidakpastian Kondisi Ekonomi

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pemerintah dalam hal ini para jajarannya di Kemnaker perlu bekerja lebih keras untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan dan kondisi perekonomian yang penuh ketidakpastian.
“Kondisi saat ini sangat volatile (tak stabil), ini tak main-main. Harapan publik kepada kementerian Ketenagakerjaan untuk bisa berbuat banyak atas berbagai tantangan yang ada sangatlah besar. Itu PR (Pekerjaan Rumah-red) kita semua,”kata Menaker, dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Adapun beberapa tantangan bagi Kemnaker saat ini, menurut Yassierli, antara lain daya saing dan produktivitas yang masih rendah, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), angka pengangguran yang masih besar, link and match pendidikan dengan dunia kerja, dan penegakan norma ketenagakerjaan.
Baca Juga : Kemnaker Sebut Jumlah Aduan Terkait THR Bertambah Jadi 1.725
Ia menilai, hal-hal tersebut menjadi tantangan bagi Kemnaker untuk bekerja lebih optimal, terutama dalam momen setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Yassierli mengatakan ia bersama Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan telah menjalani masa transisi hampir enam bulan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibrang Rakabuming Raka.
Ia menilai masih banyak yang dapat dilakukan untuk membangun sistem dan menata organisasi Kemnaker yang lebih baik lagi.
“Saya dan wamen jelang enam bulan mengabdi, kami bersyukur dapat bekerja sama berkat dukungan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya dan Pratama, rasanya banyak sudah dilakukan bersama, tapi kita tak boleh puas,” kata Menaker.
“Kita punya PR menghadirkan regulasi yang lebih berkeadilan, selain itu ada PR outlook (Kemnaker) ke depan, memperkuat riset, memiliki badan, penataan organisasi, reformasi birokrasi, data informasi, siap kerja dan seterusnya,“ ujar dia menambahkan. *
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



